Pestisida Nabati


A. Prinsip Pemanfaatan Pestisida Nabati

Tumbuhan merupakan gudang bahan kimia yang kaya akan kandungan berbagai jenis bahan aktif. Dikenal suatu kelompok bahan aktif yang disebut “produk metabolit sekunder” (secondary metabolic products), namun fungsinya bagi tumbuhan tersebut dalam proses metabolisme kurang jelas. Kelompok ini berperan penting dalam berinteraksi atau berkompetisi, termasuk melindungi diri dari gangguan pesaingnya. Produk metabolik sekunder ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan aktif pestisida nabati.

Pada tahap awal pemanfaatan pestisida nabati dilakukan dengan mempertimbangkan fungsi dan sifat bahan tumbuhan yang dicoba, dan hal ini dapat dilaksanakan oleh siapa saja. Artinya eksplorasi yang demikian tidak harus berangkat dari keinginan yang berlandaskan pemikiran ilmiah, tetapi dapat langsung berdasarkan kebutuhan praktis. Sebetulnya penggunaan bahan tumbuhan sebagai pestisida nabati sudah lama dikenal oleh nenek moyang kita sebagai salah satu kearifan tradisonal yang sekarang hilang.

Pada saat ini kita perlu melihat kembali kearifan tradisional dalam bidang perlindungan tanaman. Usaha pengguanan bahan nabati dapat dimulai dari bahan-bahan tumbuhan yang kita kenal dengan baik, misalnya bahan tumbuh-tumbuhan yang kita kenal dengan baik, misalnya bahan-bahan ramuan tumbuhan obat (tanaman jamu tradisional), bahan tumbuhan yang diketahui mengandung racun (misalnya gadung, jenu, jarak pagar, dll), bahan tumbuhan berkemampuan spesifik (misalnya mengandung rasa gatal, pahit, bau spesifik, tidak disukai hewan/binatang), atau berdasarkan pengalaman diketahui mempunyai kemampuan khusus terhadap hama dan penyakit tanaman (biji sirkaya, mimba, tembakau, dll). Selanjutnya tingkat penggunaanya juga dapat diatur sesuai dengan kebutuhan, demikian juga jenis tanaman yang hendak dilindungi. Usaha pengendalian dengan bahan-bahan nabati seperti ini aman terhadap lingkungan, karena bahan-bahan tersebut tidak bersifat asing bagi lingkungan dan cepat terurai menjadi bahan yang tidak berbahaya.

B. Kelebihan dan Kekurangan Pestisida Nabati

Alam sebenarnya telah menyediakan bahan-bahan alami yang dapat dimanfaatkan untuk mengendalikan serangan hama dan penyakit tanaman. Namun demikian bahan-bahan alami tersebut ada kelebihan dan kekurangannya, diantaranya yaitu sebagai berikut: 1. Kelebihan Pestisida Nabati a. Degradasi/penguraian yang cepat oleh matahari sehingga mudah terurai menjadi bahan yang tidak berbahaya. b. Memiliki pengaruh yang cepat yaitu menurunkan nafsu makan serangga hama, walaupun jarang menyebabkan kematian. c. Memiliki spektrum yang luas (racun lambung dan saraf) dan bersifat selektif. d. Dapat diandalkan untuk mengendalikan OPT yang resisten terhadap pestisida kimia. e. Phitotoksitas rendah, yaitu tidak meracuni dan merusak tanaman f. Murah dan mudah dibuat oleh petani 2. Kekurangan Pestisida Nabati a. Cepat terurai dan daya kerjanya relatif lambat sehingga aplikasinya harus lebih sering. b. Daya racunnya rendah (tidak langsung mematikan serangga) c. Produksinya belum bisa dilakukan dalam sekala besar karena keterbatasan bahan baku d. Kurang praktis e. Tidak tahan di simpan C. Fungsi Pestisida Nabati dalam Pengendalian Hama 1. Repelan, yaitu menolak/mengusir kehadiran serangga (misal dengan cara mengeluarkan bau yang menyengat/tidak disukai serangga). 2. Antifidan, mencegah serangga hama memakan bagian tanaman yang telah diberi pestisida nabati (memberikan rasa tidak enak pada tanaman bagi serangga hama). 3. Merusak perkembangan telur, larva, dan pupa. 4. Membuat kemandulan pada serangga betina. 5. Racun saraf pada serangga. 6. Mengacaukan sistem hormon pada serangga. 7. Atraktan, pemikat kehadiran serangga yang dipakai pada perangkap serangga. 8. Mengendalikan pertumbuhan jamur/bakteri..

D. Beberapa Tumbuhan Yang Dapat Digunakan Sebagai Pestisida Nabati

1. Mimba Tanaman mimba (Azadirachta indica) mengandung senyawa aktif azadirachtin, meliantriol, salanin, nimbin dan nimbidin. Berbentuk tepung dari daun atau cairan minya dari biji/buah. Efektif mencegah makan (antifeedant) bagi serangga dan mencegah serangga mendekati tanaman (repellent) dan bersifat sistemik. Mimba dapat membuat serangga mandul, karena dapat mengganggu produksi hormon dan pertumbuhan serangga. Mimba mempunyai spektrum yang luas, efektif untuk mengendalikan serangga bertubuh lunak (200 spesies) antara lain belalang, thrips, ulat kupu-kupu putih, dll. Disamping itu dapat juga untuk mengendalikan jamur (fungisida) pada tahap preventif, menyebabkan spora jamur gagal berkecambah. Jamur yang dikendalikan antara lain penyebab: embun tepung, penyakit busuk, cacar daun/kudis, karat daun, dan bercak daun. Dan juga mencegah bakteri pada embun tepung (powdery mildew). Ekstrak mimba sebaiknya disemprotkan pada tahap awal dari perkembangan serangga, disemprotkan pada daun, disiramkan pada akar agar bisa diserap tanaman dan untuk mengendalikan serangga di dalam tanah. Pestisida nabati mimba adalah pestisida yang ramah lingkungan, sehingga diperbolehkan penggunaanya dalam pertanian organik (tercantum dalam SNI Pangan Organik), serta telah dipergunakan berbagai negara, termasuk Amerika yang dikenal sangat ketat peraturannya dalam penggunaaan pestisida, yaitu diawasi oleh suatu bahan yang disebut EPA (Environmental Protection Agency).

2. Akar Tuba Senyawa yang telah ditemukan antara lain adalah retenon. Retenon dapat diekstrak menggunakan eter/aseton menghasilkan 2 – 4 % resin rotenone, dibuat menjadi konsentrat air. Rotenon bekerja sebagai racun sel yang sangat kuat (insektisida) dan sebagai antifeedant yang menyebabkan serangga berhenti makan. Kematian serangga terjadi beberapa jam sampai beberapa hari setelah terkena rotenon. Rotenon dapat dicampur dengan piretrin/belerang. Rotenon adalah racun kontak (tidak sistemik) berspektrum luas dan sebagai racun perut. Rotenon dapat digunakan sebagai moluskisida (untuk moluska), insektisida (untuk serangga) dan akarasida (tungau).

3. Tembakau Senyawa yang dikandung adalah nikotin. Ternyata nikotin ini tidak hanya beracun untuk manusia, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk racun serangga. Daun tembakau kering mengandung 2 – 8% nikotin. Nikotin merupakan racun syaraf yang bereaksi cepat. Nikotin berperan sebagai racun kontak bagi serangga seperti: ulat perusak daun, aphids, triphs, dan pengendali jamur (fungisida).

4. Srikaya Srikaya (Annona squamosa ) merupakan salah satu jenis tanaman yang mempunyai peluang untuk digunakan sebagai insektisida nabati. Biji srikaya mengandung senyawa kimia annonain yang terdiri atas squamosin dan asimisin yang bersifat racun terhadap serangga. Hasil penelitian Sujanto et al. (1999) menunjukkan bahwa ekstrak biji srikaya cukup efektif mengendalikan hama kumbang kedelai Phaedonia inclusa Stal. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk: mengetahui pengaruh ekstrak biji srikaya terhadap mortalitas ulat krop kubis C. pavonana, mengetahui pengaruh ekstrak biji srikaya terhadap lama hidup dan aktivitas makan C. pavonana, dan mengetahui konsentrasi ekstrak biji srikaya yang efektif untuk mengendalikan hama tersebut

E. Pembuatan Pestisida Nabati

1. Ekstrak Biji Nimba/Mimba OPT sasaran: wereng batang coklat, penggerek batang, dan nematode Bahan dan alat: • Air 1 liter • Alcohol 70% 1 cc • Biji nimbi 50 gr • Penumbuk/penghalus • Baskom/ember • Sprayer

Cara membuat: 1. Biji nimba ditumbuk halus dan diaduk dengan alcohol 2. Encerkan dengan 1 liter air 3. Larutkan diendapkan semalam lalu disaring 4. Larutan siap diaplikasikan ke tanaman 5. Serangga akan mati setelah 2 – 3 hari

2. Ekstrak Daun Sirsak a. OPT sasaran: wereng batang coklat Bahan: 1. 50 lembar daun sirsak 2. Satu gemgam (100 gr) rimpang jaringau 3. Satu suing bawang putih 4. Sabun colek 20 gr

Cara membuat: 1. Daun sirsak, jaringau, dan bawang putih di haluskan 2. Seluruh bahan dicampur dan direndam dengan air selama 2 hari 3. Larutan disaring 4. Untuk aplikasi 1 liter larutan dicampur dengan 10 – 15 liter air 5. Larutan siap diaplikasikan

b. OPT sasaran: hama Thrips Bahan: 1. 50-100 lembar daun sirsak 2. 15 gr sabun (detergen) 3. 5 ltr air

Cara membuat: 1. Daun sirsak ditumbuk halus 2. Tambahkan 15 gr detergen 3. Tambahkan 5 ltr air 4. Diaduk agar terjadi larutan 5. Larutan diendapkan semalam 6. 1 ltr larutan diencerkan dengan 10-15 ltr air 7. Disemprotkan

3. Ekstrak Sirtem (Sirih dan Tembakau) OPT sasaran: Belalang dan ulat Bahan: 1. 50 lembar daun sirsak 2. 5 lembar daun tembakau atau satu genggam tembakau 3. 20 liter air 4. 20 gr sabun colek/detergen

Cara membuat: 1. Daun sirsak dan daun tembakau ditumbuk halus 2. Bahan dicampur dengan air dan diaduk hingga rata 3. Bahan didiamkan selama satumalam 4. Larutan disaring kemudian diencerkan (ditambah dengan 50 – 60 air) 5. Larutan siap digunakan

4. Ekstrak Belengse (Nimba, Lengkuas, Serai) OPT sasaran: hama/penyakit secara umum Bahan: 1. 8 kg daun nimba 2. 6 kg lengkuas 3. 6 kg serai 4. 20 gr sabun colek /detergen 5. 20 liter air

Cara membuat: 1. Daun nimbi,lengkuas dan serai dihaluskan 2. Bahan yang telah halus dilarutkan dalam 20 liter air 3. Didiamkan selama satu malam 4. Larutan disaring dan diencerkan dengan 60 liter air 5. Larutan siap diaplikasikan untuk 1 ha lahan

5. Ekstrak Gatem (Gadung dan Tembakau) OPT sasaran: wereng hijau, wereng batang coklat Bahan: 1. 1 kg gadung 2. 1 ons tembakau 3. Air secukupnya

Cara membuat: 1. Gadung dikupas, dicuci dan diparut. 2. Hasil parutan ditamban dengan 3 gelas air dan dibiarkan selama 12 sampai 24 jam 3. Tembakau direndam dalam 2 gelas air dan dibiarkan selama 12 sampai 24 jam 4. Kedua bahan dicampur dan diaduk hingga tercampur merata 5. Bahan disaring 6. Ekstrak Gatem diencerkan dengan dosis 2 – 2.5 gelas untuk 1 tangki sprayer.

6. Ekstrak Gadung OPT sasaran: walang sangit dan ulat-ulat hama padi Bahan: 1. 1 kg gadung 2. Air secukupnya

Cara membuat: 1. Gadung dikupas, dicuci, dan diparut lalu diperas dengan kain bersih 2. Air perasan itulah yang mengandung racun dengan dosis 5 – 10 ml /liter air. 3. Kocok terlebih dahulu sebelum digunakan. 4. Larutan disemprotkan ke lahan. 5. Serangga mati dalam 1 – 2 jam, ulat mati dalam 5 – 6 jam

7. Ekstrak Biji Mahoni OPT sasaran: wereng dan belalang Bahan: 1. 40-60 biji mahoni 2. 1 liter air

Cara membuat: 1. Biji Mahoni ditumbuk halus 2. Hasil tumbukan biji mahoni di larutkan dalam 1 liter air 3. Biarkan 1 malam 4. Siap diaplikasikan/disemprotkan

8. Ekstrak daun mimba, sirih, tembakau, kipahit OPT sasaran: kutu, kepik, dan ulat Bahan: 1. Daun mimba, sirih, tembakau, kipahit

Cara membuat: 1. Semua bahan dicampur kemudian ditumbuk halus 2. Direndam dengan air selama 7 hari 3. Siap disemprotkan

9. Ekstrak Tanaman Tuba OPT sasaran: berbagai hama Bahan: 1. Akar dan Kulit Kayu 2. Air

Cara membuat: 1. Akar dan kulit kayu tanaman Tuba ditumbuk sampai halus 2. Campur dengan air untuk dibuat ekstrak 3. Campurkan setiap 6 sendok makan ekstrak tersebut dengan 3 ltr air 4. Siap diaplikasikan

10. Ekstrak Bawang putih a. OPT sasaran: hama serangga Bahan: 1. Bawang putih atau bawang bombai 2. Cabai merah 3. Sabun/detergen 4. Air

Cara membuat: 1. Bawang putih atau bawang bombai ditambah cabai digiling 2. Tambahkan air secukupnya 3. Diamkan selama 1 jam 4. Tambahkan 1 sendok sabun/detergen 5. Diaduk hingga rata 6. Ditutup dan ditempatkan di tempat yang dingin 7 – 10 hari 7. Siap digunakan dengan menambahkan air pada ekstrak secukupnya

b. OPT sasaran: bakteri/layu bakteri pada tanaman tomat Bahan: 1. Bawang putih 2. Air

Cara membuat: 1. Ambil 4-6 siung bawang putih untuk diblender 2. Larutkan dalam air setengah gelas 3. Siramkan sekitar 10 ml (2-3 sendok) pada daerah perakaran 4. Cara lain tanam 1-2 umbi bawang putih di sekitar daerah perakaran, bawang putih mengandung senyawa antibiotik alami yang dapat membunuh bakteri.

11. Ekstrak Daun Kemangi OPT sasaran: beberapa hama Bahan: 1. Daun kemangi 2. Air

Cara membuat: 3. Ambil beberapa daun kemangi segar dikeringkan lalu direbus 4. Didinginkan terlebih dahulu lalu disaring 5. Hasil saringan digunakan mengendalikan beberapa hama

12. Larutan Tanaman Tomat OPT sasaran: berbagai hama Bahan: 1. Batang dan daun tomat 2. Air

Cara membuat: 1. Batang dan daun tomat direbus hingga mendidih 2. Didinginkan terlebih dahulu lalu disaring 3. Hasil saringan digunakan mengendalikan beberapa hama

13. Larutan Tanaman Tomat OPT sasaran: berbagai hama Bahan: 5. Batang dan daun tomat 6. Air

Cara membuat: 1. Batang dan daun tomat direbus hingga mendidih 2. Didinginkan terlebih dahulu lalu disaring 3. Hasil saringan digunakan mengendalikan beberapa hama

14. Temu-Temuan (kencur, kunyit, temu hitam) OPT sasaran: berbagai hama serangga Bahan: 1. Kencur, kunyit, temu hitam 2. Urin sapi 3. Air

Cara membuat: 1. Bahan temu-temuan ini ditumbuk halus 2. Kemudian dicampur dengan urin sapi 3. Campuran ini di encerkan dengan air 1 : 2-6

15. Larutan Tanaman Tomat OPT sasaran: berbagai hama Bahan: 1. Batang dan daun tomat 2. Air

Cara membuat: 1. Batang dan daun tomat direbus hingga mendidih 2. Didinginkan terlebih dahulu lalu disaring 3. Hasil saringan digunakan mengendalikan beberapa hama

Pengalaman peserta diklat Pertanian Organik dalam pembuatan pestisida nabati. 1. Ekstrak mengkudu, tembakau OPT : Walang sangit Bahan: a. Buah mengkudu 2 kg b. Tembakau 2 ons c. Deterjen, sabun colek 2 sendok d. Air 5 ltr Cara pembuatan: e. Mengkudu dan tembakau dihancurkan f. Campur dengan air 5 ltr g. Disaring h. Airnya dimasukan wadah, ditutup rapat i. Diamkan selama 3 hari Aplikasi: Larutan 125 ml : 15 ltr air (volume sprayer)

2. Ekstrak daun sirih OPT : walang sangit Bahan : a. Daun sirih 1 genggam b. Sabun colek 2 sendok Cara pembuatan: c. Sirih diekstrak ambil airnya d. Campur dengan sabun diaduk Aplikasi: Dua gelas larutan untuk 1 kep sprayer (15 ltr)

3. Keong Mas/bekicot (pestisida hewani) OPT : Walang sangit Bahan : a. Keong Mas/bekicot Cara pembuatan : a. keong mas/bekicot dipisahkan antara daging dan cangkangnya dengan cara di tumbuk b. daging ditusuk dengan bambu kemudian ditancapkan di setiap sudut pematang sawah c. klo kering disiram air biar timbul bau amis

4. Larutan daun surian, bawang putih, lengkuas, brotowali, serai wangi, pinang sinawa Bahan : a. Daun Surian 5 ons b. Bawang putih 2 ons c. Lengkuas 3 ons d. Brotowali 4 ons e. Serai wangi 4 ons f. Pinang senawa 3 buah g. Urin kambing 1 ltr Cara pembuatan: a. Semua bahan ditumbuk halus b. Masukan dalam ember yg berisi air 10 ltr aduk sampai rata c. Disaring kemudian dicampur dengan urin kambing. d. Difermentasikan sekitar 15 hari. Aplikasi Disemprotkan pada tanaman dengan perbandingan 0,5 ltr bahan : 10 ltr air

5. Labu kayu dan talas Areal sawah dikeringkan tetapi pada parit-parit masih terairi. Talas dipotong-potong kemudian ditaburkan untuk pengikat keong mas, setelah keong mas terkumpul labu kayu disebar.

6. Kecubung hitam Dipinggiran sawah dipasang patok-patok dan keong mas tersebut cenderung bertelur di patok-patok tersebut lalu telur-telur tersebut di semprot dengan kecubung hitam.

7. Umbi gadung OPT : tikus Bahan : a. Umbi gadung 1 kg b. Tepung ikan 1 ons c. Tepung sagu secukupnya d. Dedak e. Air secukupnya Cara pembuatan : Dibentuk seperti pelet

8. Banglai, temu lawak OPT : Lalat buah Bahan : a. Banglai 0,5 kg/jeringo b. Temu lawak 0,5 kg c. Detergen secukupnya d. Air 1,5 liter Aplikasi : Dilarutkan dengan air untuk disemprotkan 1 : 10

Iklan

About Jakes

Waroeng Web - Spesialis Website (www.waroengweb.co.id) Sejak tahun 2007 WaroengWeb telah memulai menjalankan bisnis pembuatan website. Hingga saat ini kami tetap fokus dalam pengembangan dan menciptakan inovasi baru mengikuti perkembangan teknologi internet.(Site: waroengweb.co.id Mail: support@waroengweb.co.id CP: jakes 0812 7466 4892 dan dores 0813 6620 5760)

Posted on 25 Agustus 2010, in Hama dan Penyakit. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: