Budidaya tanaman Sawi


PENDAHULUAN

Caisin (Brassica campestris L-Spp) dikenai oleh pelani dengan sebulan sawi hijau alias sawi bakso yang paling banyak dijajakan di pasar-pasar dewasa ini. Batangnya panjang, legap dan daunnya berwarna hijau. Daun-daun tanamannya lebar dan bentuk pipih. Warna tangkai daun putih atau hijau muda.

Sawi (Caisin) adalah sayuran yang sangat digemari orang. Selain enak ditumis atau diasong eaisin banyak dibutuhkan oleh pedagang rnie bakso, mie ayam, dan capeai atau masakan china lainnya, sehingga permintaannya dipasaran cukup tinggi.

JENIS SAWI (CAISIN)

Jenis sawi yang banyak digemari .ul.il.ih sawi putih, sawi hijau dan sawi keriting. Keiiga |cnis sawi tersebut cocok ditanam untuk daerah Riau

SYARAT Tl M BU H

Sawi (Caisinjdap.il tuinhuhdi dataran rendah sampai tinggi. Syarat penting untuk lumbuh sawi adalah tanah gembur dan subur dengan kemasaman tanah ipl!) antara 6 7. Waktu lanam yang baik. menjelang akhir musim hujan (Maret) alau awal musifl hujan (Oktober), Selama pertumbuhannya sawi memerlukan cukup air.

Ada beberapa jenis sawi yang dibudidayakan diantaranya adalah :

a.    Sawi pulih merupakan jenis yang paling banyak dikonsumsi sebagai sayuran segar, karena memiliki rasa yang paling enak d i antara jenis sawi lainnya, jenis mi dapat hidup dilahan kering.

b.    Sawi hijau atau sawi asin, batangnya panjang tetapi tegap dan banyak dibudidayakan dilahan kering tetapi cukup pengairannya.

c.    Sawi huma. mempunyai daun sempit, panjang dan berwarna hijau keputihan. Jenis tumbuh baik jika ditanam ditempai kering, seperti tegalan dan huma.

d.    Sawi keriting, ciri sawi ini yakni daunnya keriting dan amat mirip dengan sawi hijau, dapat hidupdilahan kering dengan pengairan yang cukup.

c. Sawi monumen, tumbuhnya amat tegak dan berdaun kompak, daunnya berwarna hijau segar dan tangkai daun berwarna putih. Sekilas penampilan sawi ini seperti petsai dan tergolong terbesar dan terberat diantara jenis sawi lainnya.

TEKNOLOGI BIIMDU \

a. Pembibitan

Buailah lompat bibitan dari kayu berbentuk kotak likuran I m * I m.

Isilah kotak kayu dengan pasir setebal + 5 cm.

Taburlah biji secara merata, lalu ditutup dengan pasir. Kebutuhan biji setiap hektar antara .150 – 500 gram dan biji tumbuh 5 (lima) hari sesudah sebar

Siramlah biji dengan air menggunakan gembor sampai keadaan pasir menjadi basah.

h. Persiapan dan Penanaman.

– Cangkullah tanah sebanyak 2 (doa) kali sedalam ±20- 40 cm dan diberi pupuk kandang sebayak ±10-15 ton/ha sebagai pupuk dasar.

Buatlah bedengan dengan lebar I m. panjang sesuai dengan kondisi lahan dan jarak antar bedengan ± 30 cm yang berfungsi sebagai parit drainase (Gambar !.).

–     
Lakukanlah pemberian pupuk dengan cara disebar ciiamara baris tanaman.

–      Lakukanlah penyiangan pada pertanaman umuri 2 minggu dengan mencabut gulma dan tanaman yang tumbuh terlalu rapat.

Gambar ), Bedengan Pertanaman

– Pindahkanlah tanaman dari bedengan setelah tanaman berumur i bulan (dari penyebar biji) dan berdaun 4-6 helai.

Pindahkanlah bibil secara hati-hati dan disertai dengan sedikit tanah pada akarnya supaya jangan layu.

Lakukan penanaman dilakukan dengan memasukkan akar tanaman sampai batas leher akar (± 5 cm) dan ditanam dengan jarak 20 cm x 20 cm. Kebutuhan bibit perhektarnya adalah 1,0 – 2 kg/ha.

c. Pemeliharaan

– Siramlah tanaman sebanyak 2 kali sehari yakni pagi dan sore dan bila hari hujan tidak dilakukan penyiraman.

Pupuklah tanaman dengan Urea sebanyak 150 kg/ha, dengan waktu pemberian I dan 2 minggu setelah tanam, masing-masing 1/2 bagian tiap pemberian pupuk.

Tanaman sawi memberikan keuntungan sebesar Rp. 11.369.450,-/ha bila diberi pupuk fine eom-post (Hasil fermentasi limbah lemak dan bahan tambahan lain dengan siradek} dosis 2.5 ton/ha dan sebesar Rp. 5.850.350/ha bila diberi pupuk kasteing (Hasil ekskresi/proses pencernaan cacing tanah dari limbah organik), dimana harga sawi ditingkat petani Rp. 700/kg (Kctut. 20G0>.

d.      Pengendalian Hama dan Penyakit.

–      Hama dan penyakit yang biasa menyerang sawi adalah ulat daun dan penyakit busuk akar.

–      Pengendalian hama dan penyakit dapat dilakukan secara mekanik, hindari pemakaian pestisida dan bila terpaksa usahakan pemakaiannya 15 hari sebelum panen.

e.      Panen dan Pasca Panen

• Panenlah sawi pada umur 40 – 50 hari setelah tanam

Lakukan pemanenan pada pagi hari untuk pemasaran luar daerah dan sore hari untuk pemasaran lokal.

–      Segeralah hasil panen dibawa ketempat teduh agar tidak cepat layu karena terkena sinar matahari.

–      Lakukan penyortiran dengan cara mengambil sawi yang baik dan membuang sawi yang jelek dan kotoran gulma lainnya.

–      Susunlah sawi yang telah disortir secara teratur dan jangan terlalu rapat, dengan posisi berdiri.

–      lakukan percikan air secukupnya untuk menghindari kelayuan lalu siap untuk dipasarkan.

INFO:

 WWW.PENYULUHTHL.WORDPRESS.COM

Iklan

About Jakes

Waroeng Web - Spesialis Website (www.waroengweb.co.id) Sejak tahun 2007 WaroengWeb telah memulai menjalankan bisnis pembuatan website. Hingga saat ini kami tetap fokus dalam pengembangan dan menciptakan inovasi baru mengikuti perkembangan teknologi internet.(Site: waroengweb.co.id Mail: support@waroengweb.co.id CP: jakes 0812 7466 4892 dan dores 0813 6620 5760)

Posted on 19 Oktober 2010, in Budidaya Tanaman and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: