Budidaya Ubi Jalar


bi jalar atau biasa disebut ketela rambat merupakan tanaman palawija penting sesudah jagung, semakin meningkatnya kebutuhan ubi jalar baik sebagai konsumsi dalam rangka mendukung program diversifikasi pangan maupun sebagai bahan baku industri lanjutan seperti mie, saus, pakan ternak dan sebagainya, sehingga ubi jalar layak dibudi­dayakan karena disamping bernilai jual tinggi juga memiliki prospek yang bagus dan peluang yang besar untuk diusahakan Ubi jalar cocok dikembangkan di Kalimantan Timur, tetapi produksi sampai saat ini masih rendah yaitu sekitar 4,2 ton/ha Hal ini bisa ditingkatkan melalui penggunaan varietas unggul baru dengan umur panen 4 bulan dan berdaya hasil tinggi di atas 10 ton/ha serta tahan terhadap hama boleng.

–        Untuk luas tanaman l hektar dengan jarak tanam 100 cm x 25 cm diperlukan bibit sebanyak 40.000 stek.

–        Sebelum ditanam, stek dicelupkan dulu dalam larutan bonlate selama 5 menit

PENGOLAHAN TANAH

–        Pengolahan tanah dilakukan 15 hari sebelum tanam sekaligus membentuk guludan, gulma maupun sisa-sisa tanaman yang ada dibenamkan ke dalam guludan agar menjadi pupuk organik.

–        Tinggi guludan 30 cm lebar 60 cm, jarak antar guludan 40 cm.

DOSIS PUPUK

–        Pupuk kandang 7,5 ton ; Urea 100 kg , KCI 100 kg ; SP-36 60 kg

–        Pupuk kandang diberikan 1 minggu sebelum tanam

–        Pupuk dasar : 1/3 bagian urea, seluruhnya KCI dan SP-36 diberikan pada saat tanam

–        Pupuk susulan 2/3 bagian Urea diberikan pada saat tanaman berumur 1,5 bulan

–        Pupuk diberikan secara larikan

CARA BERCOCOK TANAM

BIBIT

– Tanaman ubi jalar diperbanyak dengan stek batang Bibit yang bagus diambil dari ujung batang yang masih muda dan sehat dengan panjang stek 30 cm.

PENANAMAN

–        Ubi jalar dapat ditanam sepanjang tahun, waktu tanam yang baik pada awal musim hujan.

–        Stek ditanam secara miring dengan kedalaman 15-17 cm. saat tanam yang baik sore hari

–        Untuk mendapatkan hasil yang baik penanaman hanya 1 stek.

PEMELIHARAAN

ANALISA USAHA TANI

Penyulaman dilakukan pada umur I – 2 minggu.

Penyiangan dilakukan pada umur 1,2 dan 3 bulan alau tergantung pertumbuhan gulma.

Pembalikan batang tanaman dilakukan pada umur 6,9 dan 12 minggu dengan tujuan untuk membatasi merambatnya batang kesegala arah seria terbentuknya umbi-umbi kecil pada tiap ruas yang berhubungan langsung dengan tanah

Pengairan dilakukan bila keadaan sangat kering.

Pengendalian hama pada umumnya hama yang paling berbahaya dan sangat merugikan tanaman ubi jalar adalah hama boleng. Hal ini dapal diatasi dengan pemberian luradan 20 kg perhektar. diberikan pada saat tanam dan pemberian pupuk dasar

PANEN DAN PASCA PANEN

Ubu jalar varietas genjah dapat dipanen pada umur 3-4 bulan.

Cara panen batang dibabat dengan arit kemudian dikeluarkan dari petakan

Selanjutnya pembongkaran guludan dilakukan dengan cangkul, garpu tanah atau sekop secara hati-hati agar umbi tidak rusak/luka.

Umbi-umbi dikumpulkan dan dipangkas ekornya serta dibersihkan dari tanah yang melekat sekaligus dilakukan pemisahan menurut besar kecilnya umbi.

Semua umbi hasil panen harus diangku! jangan sampai ada umbi yang tertinggal karena dapat menjadi sarang hama boleng.

PENYIMPANAN HASIL

Umbi diangin-anginkan 2-3 hari kemudian ditimbun di tempat yang kering dan sejuk dengan ditutup pasir kering atau abu setebal 20 – 30 cm. Dengan cara demikian ubi jalar bisa tahan disimpan sampai 5 bulan, disamping terbebas dari hama boleng rasa umbinya lebih enak dan manis.

40.000   stek

7.5  ton

100 kg

60  kg

100 kg

20  kg

200 gr

1.000.000 450.000 110.000

96.000 160000 175.000

44 000

2 035 000

525.000 300 000

300 000

A.    Sarana Produksi

35 OH 20 Oli

20 on

15 OH 25 OH

–     Benih

–     Pupuk kandang

–     Urea

–              SP-36

–     KCI

–     Furadan

–     Benlate

B.    Tenaga Kerja

–     Pengolahan tanah

–     Penanaman + pemupukan dasar

–     Pemupukan susulan Pembumbunan Penyulaman

–     Pembalikan

225 000 375 000

I 725 000

300 000 25.000 24.000

328 720

677.720

–     Panen 3X

C;. Biaya Lain-lain

–     Sewa tanah

–     Penyusutan alat

–               Pengemasan/karung

–     Bunga modal

13.000 800 10 400 000

Total Biaya A + B + C = 4 437.720

II.    Hasil (kg/ha) Harga (Rp/kg) Penerimaan (13.000 x 800)

UI Keuntungan

10 400.000 – 4.437.720 – 5 962.280

Keterangan i

–     Di Desa Teluk Dalam L III. Klon MIS 104-1 setelah beradaptasi 3 kali musim tanam hasilnya mencapai dialas 20 ton/ha.

–     Harga Rp. 800/kg adalah perkiraan harga jual paling rendah di tingkat petani. Pada bulan Juli 2000 (saat penulisan ini) harga jual ditingkat petani berkisar Rp. 1 000 – 1.200/kg.

Iklan

About Jakes

Waroeng Web - Spesialis Website (www.waroengweb.co.id) Sejak tahun 2007 WaroengWeb telah memulai menjalankan bisnis pembuatan website. Hingga saat ini kami tetap fokus dalam pengembangan dan menciptakan inovasi baru mengikuti perkembangan teknologi internet.(Site: waroengweb.co.id Mail: support@waroengweb.co.id CP: jakes 0812 7466 4892 dan dores 0813 6620 5760)

Posted on 19 Oktober 2010, in Budidaya Tanaman. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: