HASIL SOSIALISASI DAN PENANGANAN THL-TB PENYULUH PERTANIAN (Gelombang I, 8 s/d 10 Nopember 2010)


Kepada rekan-rekan THL-TBPP seperjuangan di seluruh tanah air.
Semoga kita senantiasa tetap dalam limpahan rahmat dan karunia, serta
selalu mendapatkan perlindungan NYA.

Hingga saat ini kami terus mengikuti dan memantau perkembangan
Sosialisasi Penanganan THL-TBPP yang telah memasuki gelombang II. Perlu
dipahami oleh rekan-rekan bahwa yang menjadi utusan/peserta Sosialisasi
Penanganan THL-TBPP ini bukan representasi pengurus FK THL-TBPP
Nasional, FK THL-TBPP Provinsi maupun FK THL-TBPP Kabupaten/Kota, tetapi
merupakan undangan hasil penunjukan oleh BPPSDMP sendiri yang tentunya
berkoordinasi dengan Bakorluh atau lembaga yang menangani penyuluhan di
tingkat provinsi yang kemudian diteruskan ke Bapeluh/Dinas terkait di
Kabupaten/Kota. Namun demikian, bersama pengurus FK Provinsi
masing-masing kami terus berkoordinasi dengan para utusan yang hadir
pada kegiatan sosialisasi tersebut.

Adapun materi yang disampaikan dalam acara Sosialisasi Penanganan
THL-TBPP, diantaranya:

1. Kebijakan THL-TB Penyuluh Pertanian.
2. Dukungan penyuluhan dalam pelaksanan 4 Sukses Pembangunan Pertanian.
3. Pembinaan THL-TB Penyuluh Pertanian (Permentan No.26 Tahun 2010).
4. Perspektif Rekruitmen CPNS bagi THL-TB Penyuluh Pertanian.
5. Perspektif Formasi CPNS sektor Pertanian/Penyuluh Pertanian
Kebijakan formasi CPNS.
6. Implementasi Formasi CPNS Sektor Pertanian/Penyuluh Pertanian.
7. Antisipasi Perubahan Iklim terhadap Sektor Pertanian.
8. Pengalaman Tugas THL-TB Penyuluh Pertanian.
9. Rencana Tindak Lanjut (RTL) Penanganan THL-TB Penyuluh Pertanian
tahun 2011.

Inilah hasil Sosialisasi Penanganan THL-TBPP Gelombang I yang dapat kami
sampaikan sebagai berikut:

I. KEBIJAKAN THL-TB PENYULUH PERTANIAN
A.      Nara Sumber
Kepala Pusat Pengembangan Penyuluhan Pertanian

B.      Tanggapan THL-TBPP
1.       Penetapan THL-TBPP pada tahun 2011 dilakukan oleh Gubernursesuai data nominatif
THL-TBPP angkatan I, II, III yang dikeluarkan oleh BPPSDMP tidak sesuai dengan proses
rekruitmen sebelumnya
Saran:
a.  Penetapan THL-TBPP ditetapkan kembali melalui Surat Keputusan
Menteri Pertanian. Sementara Gubernur sebagai pihak yang menindaklanjuti
surat keputusan menteri memohon kepada Bupati/Walikota dalam penempatan
tugas THL-TBPP.
b.   Kontrak THL-TBPP tahun 2011 ditandatangani oleh PPK Propinsi (Bakor/Satker)
c.   Disediakan honor bagi petugas yang mengelola THL-TBPP di
tingkat (Bakor/Satker) melalui dana dekonsentrasi.

2.   Penambahan 4 bulan honor dan BOP THL-TBPP oleh pemerintah daerah
Saran:
a.   Untuk memperkuat usulan anggaran bagi daerah untuk honor dan
BOP THL-TBPP selama 4 bulan dibutuhkan yuridis hukum yang memperkuat
usulan tersebut berupa Surat Edaran Bersama Kementrian Pertanian ;
Kementrian Dalam Negeri dan Kementrian Keuangan yang ditujukan kepada
Gubernur, Bupati/walikota Seluruh Indonesia.
b.   Perlu dilakukan Koordinasi Lintas Sektoral serta Legislatif
di daerah masing-masing untuk memperlancar penganggaran honor dan BOP THL-TBPP.
c.   Daerah akan mengupayakan honor dan BOP THL-TBPP selama 4 bulan
dengan maksimal sesuai kemampuan masing-masing daerah pada anggaran
perubahan tahun 2011.

3.   Keberlanjutan THL-TBPP pasca 2011*
Saran:
a.   Kementrian Pertanian melalui BPPSDMP melakukan
langkah-langkah strategis untuk mengangkat THL-TBPP menjadi CPNS sesuai
dengan yang tertuang pada Rencana Strategis BPPSDMP tahun 2010 –2014
b.    Melakukan komunikasi dengan Kementrian Terkait (KemenPAN & RB
; BKN ; Kemendagri) untuk penyelesaian THL-TBPP.
c.    Mendorong dan mengawal Hasil Rekomendasi Panitia Kerja
Gabungan Komisi II, Komisi VIII dan Komisi X DPR tanggal 26 April 2010
tentang penyelesaian tenaga honorer.
d.    Kementrian Pertanian mengupayakan Honor dan BOP THL-TBPP untuk
tahun 2012. Karena daerah belum sanggup menganggarkan honor dan BOP THL
-TBPP.

II. PERSPEKTIF FORMASI CPNS SEKTOR PERTANIAN/PENYULUH PERTANIAN

A.      Nara Sumber
Deputi Bidang Aparatur, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi

B.      Tanggapan THL-TBPP
Tindak lanjut hasil Panja Gabungan DPR RI Komisi II, VIII, X
tanggal 26 April 2010 tentang penanganan tenaga honorer sudah sejauh
mana progresnya
Saran:
Segera ditindak dan ditelusuri oleh semua pihak.

Perlu analisis perencanaan kebutuhan penyuluh dan potensi penyuluh
tiap kabupaten/kota
Saran:
Melakukan mobilisasi pendataan

Rekruitmen CPNS Penyuluh Pertanian dari THL-TB Penyuluh Pertanian
dikawal dan diadvokasi oleh Pusat
Saran:
Perlu adanya aturan yang jelas sebagai dasar hukum pengangkatan THL-TB
Penyuluh Pertanian menjadi CPNS.
Perlu sinergi antara Kementan, Kemendagri, BKN dan Kemenpan & RB dan
Menkum & HAM tentang rekruitmen CPNS Penyuluh Pertanian dari THL-TB
Penyuluh Pertanian
Saran:
Perlu direalisasikan secepatnya dan Mentan sebagai motor penggerak.

Mengisi formasi CPNS Penyuluh Pertanian yang diusulkan oleh
Kabupaten/Kota berasal dari THL-TB Penyuluh Pertanian sesuai dengan data
base yang dikeluarkan oleh BKN
Saran:
Pemerintah pusat dan daerah segera merealisasikan satu desa satu
penyuluh sesuai dengan amanat UU No.16 tahun 2006.

III. IMPLEMENTASI FORMASI CPNS SEKTOR PERTANIAN/PENYULUH PERTANIAN

A.      Nara Sumber
Direktur Perencanaan Kepegawaian Dan Formasi, Badan Kepegawaian Negara (BKN)

B.      Tanggapan THL-TBPP
1.       Informasi formasi pengangkatan penyuluh masih dibutuhkan
Saran:
Dibukanya peluang CPNS pertanian untuk formasi penyuluh pertanian
pelamar umum dan THL-TBPP.

2.      Perbandingan jumlah penyuluh dengan desa belum mencukupi
untuk mengisi satu desa satu penyuluh
Saran:
Syarat UmurTHL-TBPP maksimal 46 thn per Januari 2007.

3.      Pengalaman, pendidikan, usia dari THL-TBPP sangat pantas
untuk diangkat CPNS
Saran:
Adanya tes khusus bagi THL-TBPP untuk menjadi CPNS.

4.       Untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas program
Departemen Pertanian pengangkatan THL-TBPP segera diangkat jadi CPNS
Saran:
Formasi CPNS bagi THL-TBPP menggantikan penyuluh PNS yang pensiun dan
penyuluh pertanian yang pindah ke struktural.

5.       Dari hasil Penerimaan CPNS Penyuluh Pertanian Banyak yang
tidak menjadi Penyuluh Pertanian*
Saran:
Formasi CPNS penyuluh pertanian harus ditempatkan sebagai penyuluh
pertanian.

6.       Tidak setuju dengan pengangkatan oleh Kab/Kota
Saran:
Formasi CPNS penyuluh pertanian harus direkrut oleh pusat.

7.       Adanya Koordinasi antara Pusat dan Daerah
Saran:
Pengangkatan CPNS bagi THL-TBPP dilakukan oleh pusat dan daerah.

8.       Kementrian Pertanian dan Provinsi mengamankan database
THL-TBPP penambahan dari luar
Saran:
Pengangkatan CPNS penyuluh pertanian harus sesuai dengan data base
THL-TBPP yang sudah ada.

9.      Pengalaman sebagai THL-TBPP sebagai Nilai Plus dan bukti
pengabdian dibandingkan dengan pelamar umum
Saran:
Penerimaan CPNSD Penyuluh Pertanian pertanian atau penyuluh pertanian
harus ada pengalaman kerja minimal 3 tahun sebagai THL-TBPP.

10.   Pemerintah hendaknya bisa mempercepat payung hukum bagi THL-TBPP
Saran:
Peraturan Pemerintah tentang pengangkatan THL-TBPP menjadi penyuluh
CPNS agar segera didorong untuk diterbitkan.

11.   Untuk mempercepat tujuan Program 4 Sukses Pembangunan Pertanian
diperlukan penyuluh pertanian sebagai penggeraknya
Saran:
Perlu dilakukan pengusulan penyuluh pertanian satu desa satu penyuluh
sebagai bentuk implementasi UU No. 16 Tahun 2006.

12.   Sebagian besar Pemerintah Kab/Kota belum mengetahui keberadaan
dan database THL-TBPP di daerah masing masing
Saran:
Agar BKD kab/kota mempunyai data base THL-TBPP yang sudah ada di daerah
masing-masing.

13.   Agar mempercepat keberhasilan Program 4 Sukses Pembangunan
Pertanian perlu motivasi bagi THL-TBPP
Saran:
Diusahakan tahun 2011 sudah mulai dilaksanakan Pengangkatan CPNS
Penyuluh Pertanian untuk THL-TBPP baik melalui Jalur umum dan khusus.

IV. ANTISIPASI PERUBAHAN IKLIM TERHADAP SEKTOR PERTANIAN PROGRAM 4
SUKSES PEMBANGUNAN PERTANIAN

A.      Nara Sumber
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika  (BMKG)

B.      Tanggapan THL-TBPP
1.       Berpengaruh terhadap hasil produksi pertanian
Saran:
a.      Pengaturan jadwal tanam dan pola tanam
b.      Pengaturan drainase
c.      Pengolahan jerami menjadi pupuk organik (jangan dibakar)
d.      Pengaturan jarak tanam dan pola tanam
e.      Pembangunan lumbung pangan pedesaan
f.       Menggalakan konsumsi pangan non beras

2.       Pertumbuhan sektor peternakan dipengaruhi oleh perubahan iklim
Saran:
a.      Mempersiapkan pakan silase dan obat-obatan
b.      Perbaikan sanitasi kandang

3.       Peningkatan pengetahuan  diversifikasi pangan
penganekaragaman konsumsi pangan
Saran:
a.      Pelatihan bagi petani tentang penganekaragaman pangan
b.      Pemanfataan  bahan pangan sumber daya lokal spesifik daerah
c.      Mensubstitusi bahan pangan beras dengan nonberas

4.       Publikasi data iklim
Saran:
a.      Papan Publikasi iklim
b.      Memperbanyak pengadaan pengukur curah hujan pada setiap BPP

5.       Pembinaan kelompoktani
Saran:
a.      Penyusunan rencana tanam yang serempak
b.      Rotasi pola tanam
c.      Mengarahkan untuk menggunakan varietas tahan hama penyakit
d.      Sekolah Lapang Iklim kepada petani

6.       Antisipasi serangan OPT
Saran:
a.      Konsultasi ke petugas POPT atau PHP
b.      Penggunaan pestisida sesuai konsep  5 Tepat

7.      Penanganan pasca panen
Saran:
a.      Menggunakan mekanisasi  power tresser
b.      Sistim Terpanisasi

8.       Penguatan kelembagaan
Saran:
Penyuluhan dikelompok tani tentang permodalan atau pemanfaatan

9.      Ketentuan Hukum
Saran:
a.      Menerapkan materi wajib pada pelatihan-pelatihan petani
b.      Menetapkan PP, Pergub, Perbup/Perkot terkait kebijakan iklim

10.   Dukungan Anggaran
Saran:
a.     Menganggarkan anggaran secara berkelanjutan
b.     Bantuan Saprodi di daerah bencana
c.      Asuransi Modal usahatani

Catatan:
Hasil ini (diantaranya berupa RTL) merupakan hasil rumusan para utusan
dalam kapasitas sebagai peserta Sosialisasi Penanganan THL-TBPP. Masih
ada 2 Gelombang lagi yakni Sosialisasi gelombang II dan III yang
tentunya akan terus kami pantau dengan cermat.

Tentang penyikapan resmi FK THL TBPP Nasional tentunya kami akan
menunggu setelah Sosialisasi Penanganan THL TBPP Gelombang III usai/tuntas.
Harap rekan-rekan bersabar, dan menghimbau dan mengharapkan untuk tidak
mengambil tindakan dan atau penyikapan sendiri-sendiri. Sebagai bentuk
penyikapan kita bersama, mohon saran masukan rekan-rekan yang sifatnya
membangun demi terwujudnya THL-TBPP sebagai generasi penerus Penyuluh
Pertanian secara defenitif.

Iklan

About Jakes

Waroeng Web - Spesialis Website (www.waroengweb.co.id) Sejak tahun 2007 WaroengWeb telah memulai menjalankan bisnis pembuatan website. Hingga saat ini kami tetap fokus dalam pengembangan dan menciptakan inovasi baru mengikuti perkembangan teknologi internet.(Site: waroengweb.co.id Mail: support@waroengweb.co.id CP: jakes 0812 7466 4892 dan dores 0813 6620 5760)

Posted on 21 Desember 2010, in Pengumuman THL TBPP and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: