Menyimpan Beras dalam Kemasan Plastik


Mengurangi Bobot dan Menurunkan Mutu Beras

Masyarakat atau petani, selain menyimpan hasil panenan padinya dalam bentuk gabah/benih ada pula yang menyimpannya dalam bentuk beras karena beras yang dihasilkannya itu tidak habis dikonsumsi atau dijual. Masyarakat atau petani yang menyimpan beras tentunya menginginkan beras yang disimpannya itu tidak rusak sampai beras tersebut digunakan atau dikonsumsi .

Beberapa aspek agar beras yang disimpannya itu tidak kurang bobotnya dan menurun mutunya adalah : (1) Kondisi (mutu) beras awal yang disimpan; (2) Alat /wadah pengemas; dan (3) Faktor lingkungan. Oleh karena itu agar beras yang disimpannya itu tidak rusak maka perlu memperhatikan : (1) Beras yang disimpan harus kering, akdar airnya rencdah (maksimal 14 %) agar tidak kena serangan jamur; (2) Derajat sosoh beras sempurna (DS 100 %), beras bersih dari bekatul sehingga tidak terjadi timbulnya bau apek; (3) Karung plastik yang digunakan untuk mengemas tidak bocor;d an (4) Lingkungan atau ruang penyimpanan harus bersih, tidak lembab, tidak ada lubang untuk jalan tikus, ayam dan burung, cukup penerangan dan mudah dibersihkan.

Penyebab Kerusakan Beras
Sebagaimana produk pertanian lainnya, beras juga mudah rusak. Kerusakan beras ini antara lain disebabkan :
1. Faktor Internal (faktor dalam) Dari Beras itu Sendiri.
Jika penyosohan beras kurang bersih, bekatul yang kaya lemak yang masih lemak yang masih menempel poda beras mengalami oksidasi oleh udara dan enzim menghasilkan senyawa asam lemak yang berbau tengik sehingga beras menjadi bau apek akibat kerusakan kimiawi.
2. Serangan Mikroorganisme (misalnya jamur)
Pertumbuhan jamur menyebabkan warna beras menjadi kuning kehitaman dan berbau apek. Kerusakan ini disebut kerusakan mikrobiologis.

3. Serangan Serangga Hama
Serangan serangga hama umumnya dialami pada penyimpanan beras di tingkat rumah tangga dan di gudang-gudang beras. Kerusakan seperti ini dikenal dengan kerusakan biologis.

4. Serangan Tikus, Burung atau Ayam
Dengan adanya serangan binatang ini akan menyebabkan kehilangan bobot beras yagn disimpan. Bahkan serangan tikus seringkali menimbulkan bau yang kurang sedap yang menurunkan kualitas beras.

Cara Menyimpannya

Penyimpanan beras dengan sistem kemasan plastik, yaitu beras dimasukkan dalam kantong-kantong plastik dengan kapasitas tertentu, misalnya 10 kg, 25 kg atau 50 kg yagn kemudian disimpan dalam ruangan secara ditumpuk-tumpuk. Cara menyimpannya dapat dilakukan dengan sebagai berikut :

1. Bersihkan ruang penyimpanan dan disanitasi (dibersihkan dengan fungsiida dana tau dengan insektisida)
2. Siapkan balok kayu dan papan yang kering untuk mengganjal tumpukan kemasan beras.
3. Sebelum beras diamsukkan ke dalam kemasan plasitk, cek atau periksa kadar air beras, apakah kadar airnya sudah 14 % atau kurang dari 14 % karena daya simpan beras dipengaruhi pula oleh akdar airnya.
4. Beras dikemas dengan takaran tertentu, misalnya 5 kg ,10 kg, 25 kg, atau 50 kg tepat untuk mempermudah pengawasan.
5. Beras yang sudah dimasukkan ke dalam kemasan ditumpuk di atas papan dalam ruang penyimpanan yang telah disiapkan dimana tinggi tumpukan maksimal 15 kemasan.
6. Jika disimpan dalam gudang yang cukup luas, setiap jenis beras dalam tumpukan disusun dalam blok-blok yang terpisah.
7. Ruang penyimpanan harus mudah dibersihkan

Iklan

About Jakes

Waroeng Web - Spesialis Website (www.waroengweb.co.id) Sejak tahun 2007 WaroengWeb telah memulai menjalankan bisnis pembuatan website. Hingga saat ini kami tetap fokus dalam pengembangan dan menciptakan inovasi baru mengikuti perkembangan teknologi internet.(Site: waroengweb.co.id Mail: support@waroengweb.co.id CP: jakes 0812 7466 4892 dan dores 0813 6620 5760)

Posted on 20 Mei 2011, in Pasca Panen. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: