PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT PADI VARIETAS IR-66


Untuk mendapatkan hasil yang maksimum produksi padi varietas IR-66 maka perlu dilakukan pengendalian hama penyakit yang akan menyerangnya, Bila tanaman padi varietas IR-66 yang diusahakan para petani di lahan usahataninya diserang hama penyakit maka tanaman padi varietas IR-66 tersebut akan terhambat pertumbuhannya, produksi menurun, bahkan pada tahap-tahap tertentu bisa mengakibatkan gagal panen/puso. Padi varietas IR-66 tahan terhadap wereng coklat biotif 1,2,3, wereng hijau, tungro, agak tahan wereng punggung putih, cukup tahan blast dan hawar daun. Bila menanam padi varietas IR-66 secara strategi sebenarnya petani telah mengendalikan hama penyakit, karena seperti yang dijelaskan di atas varietas padi IR-66 tahan terhadap berbagai penyakit. Oleh karena itu yang perlu diperhatikan dan dikendalikan para petani yang menanam padi varietas IR-66 adalah hama penyakit selain tersebut di atas akan diuraikan di bawah ini secara rinci.
Pengendalian tikus, di dasarkan pada ekosistem dan ekologi jenis tikus maka dilakukan secara dini dan intensip serta terus-menerus menggunakan pengendalian tikus yang sesuai dan tepat waktu. Sebaiknya pelaksanaan pengendalian dilakukan pada awal tanam supaya jumlah atau populasi tikus dapat ditekan menjadi serendah mungkin adapun langkah-langkahnya sebagai berikut; a. menerapkan pola tanam yang teratur dan waktu tanam yang serempak untuk satu hamparan sawah (tidak lebih dari 2 mingu) sehingga perkembangan tikus tidak berkesinambungan, b. periode bera/pengolahan tanah dilakukan gropyokan masal atau berburu tikus oleh semua kelompoktani yang ada dalam hamparan itu secara serempak sehingga dilakukan pembongkaran sarang tikus yang berada di areal persawahan itu ataupun di lahan kosong yang berdekatan dengan areal persawahan itu, c. periode persemaian dilakukan pada daerah indemik tikus dengan jalan melindungi persemaian membuat pagar plastik misalnya ukuran 10 x 10 meter atau 15 x 15 meter tergantung kondisi daerah setempat, d. periode vegetatif yaitu menghindarkan gulma yang dapat dijadikan sebagai sarang tikus, e. periode padi generatif yaitu melakukan fumigasi asap belerang pada setiap sarang aktif tikus dan pemisahan gulma secara kontinyu sehingga tikus tidak dapat berkembang.
Pengendalian terhadap penggerek batang padi dapat dilakukan dengan jalan ; a) hama ini sejak dini harus diamati secara intensip mulai dari persemaian sampai dengan panen, jira populasi penggerek batang ini tinggi dapat diberantas dengan insektisida (karbofuran,fipronil) dan insektisida cairan (dimehipo,bensultap, amitran dan fipronil) sehingga tanaman padi terhindar dari serangan penggerek batang ini, b) pada saat genangan air dangkal atau genangan air tinggi dapat dilakukan dengan aplikasi insektisida butiran, insektisida cairan diaplikasikan pada fase generatif populasi tangkap 100 ekor/minggu pada perangkap feromon bisa juga 300 ekor/minggu pada perangkap lampu, c) melakukan pelaksanaan penangkapan masal ngengat jantan dengan memasang perangkap feromon, 1-16 perangkap setiap hektar untuk mengamati spesies dominan yang ada di daerah itu, e) pada saat panen, tunggul jerami dipotong serendah mungkin supaya proses hidup larvanya terganggu dan tidak dapat berkembang.
Pengendalian keong mas yang paling utama adalah mencegah introduksi keong mas pada areal baru pertanaman padi. Jika keong mas masuk ke dalam areal persawahan yang ditanami padi/areal sawah baru maka keong akan berkembang dengan cepat terutama pada lahan yang tergenang air dan akan sukar dikendalikan. Untuk mengendalikan keong mas sebaiknya dilakukan dengan berbagai cara pengendalian terpadu dan berkesinambungan/terus-menerus. Sungguhpun tanaman sudah berumur lebih 30 hari/tanaman sudah besar tetapi pengendalian keong mas tetap dilakukan. Karena untuk mencegah serangan pertanaman musim berikutnya juga berfungsi menghindari serangan di sekitar sawah yang berdekatan.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menekan pertumbuhan dan perkembangbiakan keong mas dapat dilakukan sebagai berikut;
– Dipersemaian mengambil keong mas dan memusnahkannya.
– Dipersemaian menyebar benih lebih banyak untuk sulaman
– Dipersemaian membersihkan saluran air dari tanaman seperti kangkung yang cocok bagi pengembangbiakan keong mas
– Melakukan pemupukan P dan K sebelum tanam, sehingga pertumbuhan padi lebih cepat
– Melakukan penanaman bibit yang agak tua (umurnya lebih dari 21 hari) dan jumlah bibit lebih banyak ditanam
– Melakukan pengeringan sawah sampai 7 hari setelah tanam sehingga proses perkembangbiakan keong mas terhambat
– Bila terlihat keong mas di areal pertanaman padi diambil dan dimusnahkan sehingga tidak dapat berkembang
– Lakukan pemasangan saringan pada saluran masuk air sehingga keong mas/siput tidak masuk ke dalam areal persawahan
– Melakukan pengumpanan dengan umpan daun talas dan pepaya sehingga keong mas akan mengumpul ke daun itu sehingga dapat dilakukan pemusnahan
– Lakukan pemasangan ajir sehingga siput bertelur pada ajir sehingga telurnya langsung dimusnahkan
– Bila terlihat telur siput ada pada pertanaman padi langsung diambil dan dimusnahkan
– Bila melakukan aplikasi pestisida anorganik atau nabati seperti seponin dan rerak sebanyak 20-25 kg/ha yang diaplikasikan sebelum tanam, upayakan pengaplikasian sehemat/seefesien mungkin.
Disarankan bila para petani yang menanam padi varietas IR-66 melakukan pencegahan terhadap hama penyakit seperti tikus, penggerek batang padi dan keong mas melakukan obat pemberantas hama penyakit sebaik menggunakan obat organik dari ramuan sendiri. Bahan-bahan tradisional sendiri, dapat dibuat sendiri sehingga biayanya lebih murah dan ramah lingkungan. Sedangkan bahan organik untuk pemberantasan hama penyakit dapat dilihat pada tulisan sinartani terdahulu atau buku-buku yang berhubungan dengan pembuatan obat pemberantas hama penyakit organik. Jika terpaksa menggunakan obat pemberantasan hama penyakit dengan bahan anorganik sebaiknya menggunakan obat anorganik yang ramah lingkungan sesuai dengan anjuran penyuluh lapangan dan instansi terkait.
Iklan

About Jakes

Waroeng Web - Spesialis Website (www.waroengweb.co.id) Sejak tahun 2007 WaroengWeb telah memulai menjalankan bisnis pembuatan website. Hingga saat ini kami tetap fokus dalam pengembangan dan menciptakan inovasi baru mengikuti perkembangan teknologi internet.(Site: waroengweb.co.id Mail: support@waroengweb.co.id CP: jakes 0812 7466 4892 dan dores 0813 6620 5760)

Posted on 20 Mei 2011, in Hama dan Penyakit and tagged . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. Terima kasih infox…sangat bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: