PUPUK ALTERNATIF


I.                   Pupuk Padat
1.                  Bokashi
Bokashi adalah kompos yang dihasilkan dari proses penguraian/pelapukan/dekomposisi dari berbagai bahan dengan bantuan bakteri pengurai bernama Mikroorganisma Efektif  (EM-4). EM-4 dapat diperoleh dengan cara :
·         Beli di toko pupuk
·         Buat sendiri dengan cara  :
Bahan        :
1.      Buah
2.      Air
Cara           :
1.      Buah diperas hingga dihasilkan sari buah, kemudian tambahkan dengan air dengan perbandingan 1 : 1
2.      Masukkan dalam wadah/jeregen yang tutupnya dilobangi biarkan selama 1 minggu
3.      Sari buah dan air sudah menjadi EM-4.
Untuk menghasilkan bokashi yang padat dengan hara/zat makanan, campuran bahan yang digunakan harus beragam misalnya bahan yang dapat digunakan:
Bahan                                     N                    P                     K
·         Jerami                                0,3%                –                       –
·         Daunan hijau                     5-10%              0,2%                0,2%
·         Dedak                               2,1%                3,8%                1,4%
·         Abu bakar sekam              –                       –                   10 –35%
·         Abu bakar kayu                 –                       1%                6 –12%
·         Batang jagung                   0,75%              0,2%                0,36%
·         Batang pisang                   –                   2,3-3,3%           41 –50%
·         Ampas ikan                       7,8%                4,2%                –
·         Kotoran hewan                 1-5%                5-10%              0,5-2%
·         Kulit kopi
Pembuatan Bokashi
Bahan              :
·         Jerami cincang/batang jagung       :  10 bagian
·         Daunan hijau cincang                    :  10 bagian
·         Dedak                                           :   2 bagian
·         Sekam                                           :   2 bagian
·         Bahan-bahan lain  (kulitkopi)       :   1 bagian
·         Abu kayu                                      :   1 kg
·         Ampas ikan                                   :   1 kg
·         Arang halus                                   :   ½ keranjang
·         Pupuk kandang                             :   3  bagian
·         Tanah merah/ladang                      :   7 bagian
·         EM-4 (buatan sendiri)                   :    1 gelas
      Beli dari toko                    :   40 sdm
·         Gula pasir                                      :   ¼ kg
·         Air                                                 :   20-30 l
Cara :
·         Semua bahan (kecuali EM-4, air dan gula) dicampur hingga merata, hindarkan dari bahan yang sulit di uraikan seperti plastik.
·         Sementara itu larutkan gula dalam air dan tambahkan dengan EM-4.
·         Larutan gula dan EM-4 disiram secara perlahan ke bahan yang telah dicampur di atas sambil diaduk rata sampai kondisi bahan bisa dikepalkan (tidak terlalu kering  maupun terlalu basah)
·         Kemudian semua bahan dimasukkan/diisi kedalam goni lalu diikat. Ditumpukkan dalam tempat yang terhindar dari matahari langsung maupun hujan dan dibungkus dengan plastik hitam, atau dapat juga digali tanah dan dilapisi plastik lalu bahan dimasukkan ke dalam dan dari atas ditutup plastik hitam atau pada bak semen.
·         Jika setelah 3 hari suhunya mencapai 50oC ( jika tangan dimasukkan kedalam terasa panas atau mengeluarkan bau harum) berarti proses dekomposisi telah mulai.
·         Kemudian setiap 3 hari bahan di aduk/dibalik-balik (tumpukan goni diganti-ganti) dan jika kondisi bahan terlalu kering maka dapat disiram dengan larutan EM-4/gula. Lalu ditutup kembali
·         Biarkan selama 2 – 4 minggu
·         Siap untuk digunakan sebagai pupuk padat maupun pupuk padat.
EM-4 dapat diganti dengan Trichoderma sp (jamur pengurai dan juga sebagai parasit pada jamur lainnya).  Pembuatan Trichoderma dengan :
Bahan/alat       :
·         Nasi yang sudah bermalam           : 1 – 2 muk/takar
·         Bambu (dibelah 2 bagian)             : 1 ruas
·         Tali plastik
Cara     :
·         Bagian dalam bambu dibersihkan, Belahan bambu dibuat lobang sebesar jari kelingking di kedua ruas
·         Kemudian isi satu bagian/belahan  bambu dengan nasi yang sudah bermalam.
·         Satukan belahan bambu tersebut dan ikat dengan tali plastik sampai rapat
·         Kubur di hutan atau di bawah pokok bambu atau di tanah yang subur/humus sedalam 5 – 10 cm, tutup kembali dengan tanah dan ber tanda untuk memudahkan pengambilan.
·         Biarkan selama 1 minggu, kemudian ambil dan jika terdapat jamur seperti kapas maka kita sudah mendapatkan Trichoderma.
Memperbanyak biakan Trichoderma dengan cara :
Bahan  :
·         dedak                                : 10 kg
·         gula putih                          :  20 sdm
·         air                                      :  secukupnya  (3 l)
·         biakan Trichoderma          :  1 ruas bambu
Cara  :
·         larutkan gula dalam air
·         biakan Trichoderma dikeluarkan dari bambu dan dicampurkan kan dengan dedak (untuk lebih berhasil dedak dikukus terlebih dahulu untuk mensterilkan dedak dari berbagai jamur/bakteri).
·         Campuran dedak dan trichoderma ditaburi larutan gula hingga dedak bisa dikepal-kepal (tidak terlalu kering dan basa).
·         Masukkan dalam wadah plastik dan tempatkan ditempat yang terhindar dari matahari dan hujan langsung.
·         Biarkan selama 3 – 7 hari, siap untuk dicampurkan/diaduk ke dalam bahan untuk dicadikan kompos sebagai pengganti EM-4.
II.                Pupuk Cair
1.      Pupuk Nirogen Cair
Bahan        :
·         Daun salam                 : 1 kg
·         Daun apa saja              : 1 kg
·         Air kelapa                    : 1 l
·         Bintil akar k. Tanah     : 1 kg
·         EM-4                           : 100ml
·         Tetes gula/g.pasir        : 10 sdm
Cara           :
·         Daun salam, daun apa saja dan bintil akar ditumbuk halus, dimasukkan dalam ember berisi air kelapa yang sudah bercampur EM-4 dan tetes gula/gula pasir.
·         Ember ditutup rapat dan dibiarkan selama 3 minggu. Kemudian disaring dan siap digunakan ssbagai pupuk cair daun. Dengan dosis 10 – 20 sdm/tangki
2.      Pupuk Fosfor/posfat Cair
Bahan        :
·         Batang pisang             :  5 kg
·         Nira/tuak manis           : 1 kg
Cara
·         Batang pisang diiris tipis-tipis (bukan dicincang), lalu dicelupkan kedalam nira.
·         Selanjutnya bahan tersebut disusun dalam ember plastik/yang terbuat dari keramik. Tetes nira yang tersisa disiramkan kelapisan irisan batang pisang tersebut. Wadah ditutup rapat.
·         Biarkan selama 2 minggu. Kemudian batang pisang diperas dan airnya disaring .
3.      Pupuk Kalium Cair
Bahan        :
·         Sabut kelapa                : 5 – 7 kg
·         Air                               : 1 drum
Cara           :
·         Sabut kelapa dicacah, lalu dimasukkan ke dalam drum hingga setengah bagian. Kemudian diisi dengan air hingga penuh.
·         Drum ditutup rapat dengan plastik selama 2 minggu (hingga warna air berubah coklat kehitaman)
·         Selanjutnya air disaring, bisa langsung disemprotkan ke tanaman sebagai pupuk cair dengan ditambahkan ½ gelas pupuk fosfor cair (No. 2) disemprotkan ketika tanaman  mulai 2 minggu sebelum berbunga.
4.      Zat Perangsang Bunga
Bahan        :
·         Tubis/rebung               : 5 kg
·         Gula putih/pasir           : 1 kg
Cara           :
·         Tubis diambil dari lapangan  sebelum matahari terbit, kemudian dicincang halus, ditempatkan dalam wadah tanah liat/plastik.
·         Dari atas taburi dengan 1 kg gula pasir. Kemudian tekan dengan papan (menggunakan batu). Biarkan selama 1 minggu
·         Selanjutnya air disaring dan siap untuk digunakan dengan dosis 15 s/d 20 cc/sdm tiap 15 l air ( 1 tangki).
5.      Mencegah/mengendalikan patogen daun
Bahan dan cara
v  Kompos direndam dalam air dengan perbandingan   1  :  5 sampai dengan 1  :  8
v  Difermentasikan dengan suhu 15 – 20oC                 selama kurang lebih 3 minggu
v  Kemudian disaring dan disemprotkan ketanaman
6.      Mengatasi patogen pada buah hasil panen
Bahan dan cara     :
v  Ekstrak lengkuas dibuat dengan konsentrasi 10 %
v  Kemudian buah direndam pada ekstrak lengkuas tersebut dan dipanaskan hingga suhu 55oC  selama 5 menit
v  Tiriskan lalu siap dikemas.

About Jakes

Waroeng Web - Spesialis Website (www.waroengweb.co.id) Sejak tahun 2007 WaroengWeb telah memulai menjalankan bisnis pembuatan website. Hingga saat ini kami tetap fokus dalam pengembangan dan menciptakan inovasi baru mengikuti perkembangan teknologi internet.(Site: waroengweb.co.id Mail: support@waroengweb.co.id CP: jakes 0812 7466 4892 dan dores 0813 6620 5760)

Posted on 15 November 2011, in PEMUPUKAN. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: