TEKNOLOGI PEMBUATAN PUPUK ORGANIK (BOKASHI)


Pupuk organic tradisional atau yang sering disebut dengan KOMPOS, dalam pelaksanaannya akan kita sempurnakan dengan pendekatan ilmu mikrobiologi, menjadi pupuk organic yang lebih berkualitas, atau sering disebut sebagai pupuk lengkap organic hayati.
Disamping mengandung unsur hara makro maupun mikro yang banyak, bokashi juga mengandung mikroorganisme yang menguntungkan yang dapat memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah.  Dalam perkembangannya Bokashi dapat dibuat dari bahan organic  seperti;  dedak, ampas kelapa, tepung ikan sampah kota, kotoran ternak dan lain-lain. Bahan-bahan ini difermentasikan dengan mikroorganisme sebagai pelaku utama dalam fermentasi tersebut yaitu Efectice Mikroorganisme (EM4)
PRINSIP DASAR PEMBUATAN PUPUK ORGANIK (BOKASHI)
Semakin berpariasi bahan baku, semakin kecil ukuran bahan, kondisi yang masih segar dan kering akan membuat kualitas bokashi yang dihasilkan semakin baik. Bahan utama yang digunakan untuk membuat bokashi disesuaikan  dengan kapasitas limbah organic yang ada pada suatu lokasi tertentu. Misalnya bungkil kelapa, sampah organic di perkotaan, jerami, kotoran ternak , daun-daunan dll
Untuk meningkatkan kualitas bokashi, di samping bahan baku utama, perlu ditambahkan bahan-bahan seperti  enceng gondok,  humus, tepung ikan cucian beras pertama, gunanya untuk menetralisir logam-logam berat yang mungkin terkandung dalam limbah organic yang kita sediakan.
PROSES PEMBUATAN
Disamping bahan baku yang telah dipilih, dsalam proses pembuatan bokashi, ada beberapa factor penting yang perlu kita ketahui adalah keberadaan dan aktivitas mikroorganisme sebagai pelaku utama pembuatan bokashi . Proses ini  disebut dengan istilah MASAK  dengan pengertian sebagai berikut :
MIKROORGANISME ; yaitu dibutuhkan mikroornisme  untuk melakukan fermentasi atau peragian . Dimana semakin bertambahnya jenis atau jumlah mikroorganisme  maka semakin cepat proses fermentasi dan kualitas bokashi yang dihasilkan semakin bagus.
AIR ; yaitu dalam pembuatan bokashi dibutuhkan lembaban, yang diperoleh dari air. Biasanya kelembaban yang dibutuhkan yaitu 30 – 40 %. Kondisi tersebut perlu dijaga agar mikroorganisme dapat bekerja secara optimal. Jika kelembaban terlalu rendah atau tinggi dapat menyebabkan mikroorganisme tidak berkembang atau mati.
SUHU :  Dalam proses fermentasi ini dibutuhkan  suhu (temperatur) optimal  30 – 50 derajat Celcius (hangat). Bila suhu terlalu tinggi mikroorganisme kurang efektif bekerja. Bila suhu terlalu rendah, mikroorganisme tidak adapat bekerja.  Proses pembuatan bokasi sebaiknya ditempat yang teduh, terlindung dari sinar matahari  dan hujan secara langsung.
ANGIN :  Untuk mengatur suhu dan kelembaban  proses pembuatan bokashi ini, peranan angin (udara) sangat diperlukan untuk menetralisir kelembaban dan suhu dengan cara pembalikan bahan yang sudah difermentasi.
KOMPOSISI  ;  Untuk pembuatan  bokashi, bahan bakunya  dapat  sesuaikan dengan bahan-bahan yang  tersedia disekitar lingkungan  kita. Sebagai panduan diberi  beberapa cotah bahan –bahan baku  untuk pembuatan bokashi sebagai berikut :
N A M A
B A H A N
JUMLAH
BOKASHI JERAMI
BOKASHI PUPUK KANDANG
BOKASHI PUPUK KANDANG TANAH
BOKASI EKSPRES
Jerami
Dedak
Sekam
Larutan Gula Merah
EM4
Air
Pupuk Kandang
Dedak
Sekam
Larutan Gula Merah
EM4
Air
T a n a h
Pupuk Kandang
Dedak
Sekam  padi/serbuk gergaji
Larutan Gula Merah
EM4
Air
Jerami (daun) kering, sekam/serbuk gergaji
Bokasi yg sudah jadi
Dedak
Larutan Gula Merah
EM4
Air
200 kg dipotong 5-10cm
10 kg
200 kg
250 ml
250 ml
secukupnya
300 kg
 10 kg
200 kg
250 ml
250 ml
secukupnya
20 kg
10 kg
10 kg
10 kg
250 ml
250 ml
secukupnya
200 kg
20   kg
20   kg
250 ml
250 ml
secukupnya
UNSUR HARA DARI BERBAGAI SUMBER ALAMI
1.Unsur Hara Nitrogen  bisa didapat dari, kotoran hewan, daun-daun hijau, kulit kerang,   ikan busuk.
2. Unsur Hara Pospat (TSP) bisa didapat dari Kotoran hewan, Batang pisang, abu kayu, sisik ikan.
3. Unsur Hara Kalium (KCL) bisa didapat dari Jerami, sekam padi, Abu dapur, rumput-rumputan, kotoran hewan.
CARA PEMBUATANNYA
Bahan baku diaduk secara merata, kemudian dicampur dengan bahan pelarutnya secara merata. Diaduk hingga kelembaban 30 – 40 %. Untuk mengetahui kelembaban  sudah pas. Secara sederhana dengan cara dikepal  dengan kuat , air tidak  menetes dan bila kepalan tangan dibuka maka masih tampak adodan menggumpal, maka kelembaban sudah memenuhi syarat.
Adonan yang sudah tercampur merata, ditutup dengan rapat dengan  plasti hitam agar tidak terkena sinar matahari langsung ataupun hujan dan diusahakan suhu tidak lebih dari 50 derajat celcius.  Untuk pengaturuan suhu perlu dilakukan pembalikan adonan dan ditutup kembali. Bokashi yang sudah jadi ditandai dengan tumbuhnya jamur berwarna putih (fermentasi). Sedang pada permukaan bahan  tidak mengeluarkan bau dan kalau dikepal tidak ada lagi proses panas. Biasanya lama proses fermentasi ini sekitar 1 – 3 minggu.
KEUNTUNGAN MENGGUNAKAN BOKASHI
1.Memperbaiki struktur tanah berlempung sehingga menjadi ringan
2. Memperbesar daya ikat tanah berpasir sehingga tanah tidak remah
3. Menambah daya ikat air pada tanah
4. Mempertinggi daya ikat tanah terhadap zat hara
5. Memperbaiki draenase dan tata udara dalam tanah
6. Mengandung hara yang lengkap, walaupun jumlahnya sedikit
7. Membantu proses pelapupan bahan mineral
8. Memberi ketersediaan  bahan makanan bagi mikroba
9. Menurunkan aktivitas mikroorganisme yang merugikan.
CARA PENGGUNAAN BOKASHI
SISTEM SEBAR ;  Bokashi disebar di atas tanah secara merata dengan dosis 5-10 ton/Ha. Sistem ini dilakukan sebelum  dan sesudah pengolahan tanah.
SISTEM ALUR/LARIKAN  :Caranya bokashi disebar di sepanjang alur/barisan tanaman dengan dosis  5s/d 10 ton/Ha
SISTEM TUGAL ; Bokasi diberikan pada lubag tanam yang akan ditanami dengan dosis 150 – 200 gr/tanam. Pemberian ini dilakukan pada tanaman sayuran atau sebagai pupuk susulan.
CARA MELINGKAR ; Bokashi disebar secara melingkar di sekitar tanaman (untuk tanaman keras)  dengan cara dibuat alur melikar di bawah tajuk pohon, setelah bokashi di sebar kemudian tanah ditutup kembali.
UNTUK PERSEMAIAN ;  Media untuk  persamaian yaitu,  bokasi dicampur dengan pasir dengan perbandingan 2 :1, bisa juga ditambah dengan tanah secukupnya.
CARA PENGGUNAAN BOKASHI SECARA KHUSUS
1.Bokasi jerami dan pupuk kandang baik digunakan  untuk melanjutkan fermentasi dan pemupukan  pada lahan sawah.
2.Bokashi pupuk kndang dan Bokashi Expres baik digunakan untuk tanaman sayuran, buah, terutama  untuk tanaman dalam pot,
3.Pembuatan Bokashi dapat disesuaikan dengan ketersediaan bahan di masing-masing lahan.
4. Bokashi yang teksturnya kasar, seperti bokashi jerami, sangat baik untuk tanah  cenderung liat dan berlumpur.
KANDUNGAN KIMIA PADA BOKASHI JERAMI SECARA UMUM
NO
KANDUNGAN KIMIA
PROSENTASE (%)
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
Nitrogen
Fosfor
Kalium
Protein
Karbohidrat
Lemak
Gula
Alkohol (mg/100gr)
Vitamin B 12
Vitamin C
Asam Amino
4,96
0,34
1,90
30,20
22,96
11,21
15,75
14,02
5,40
0,46

About Jakes

Waroeng Web - Spesialis Website (www.waroengweb.co.id) Sejak tahun 2007 WaroengWeb telah memulai menjalankan bisnis pembuatan website. Hingga saat ini kami tetap fokus dalam pengembangan dan menciptakan inovasi baru mengikuti perkembangan teknologi internet.(Site: waroengweb.co.id Mail: support@waroengweb.co.id CP: jakes 0812 7466 4892 dan dores 0813 6620 5760)

Posted on 15 November 2011, in PEMUPUKAN. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: