DEMPLOT PADI HIBRIDA – BERNAS PRIMA DENGAN APLIKASI PEMUPUKAN ORGANIK GUNA MENGURANGI PEMAKAIAN PUPUK KIMIA


LAPORAN SEMENTARA

KEGIATAN DEMPLOT PADI HIBRIDA – BERNAS PRIMA

DENGAN APLIKASI PEMUPUKAN ORGANIK

GUNA MENGURANGI PEMAKAIAN PUPUK KIMIA

 

 

I.  PENDAHULUAN

 

A.  Latar Belakang

 

Program pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan telah diluncurkan dan target peningkatan produksi sebesar dua juta ton beras telah dicanangkan.  Melalui program P2BN (Peningkatan Produksi Beras Nasional) surplus pangan diharapkan dapat tercipta di Negara agraris ini.

 

Di era 1980-an telah berhasil mengantarkan bangsa ini berswasembada beras.  Bangsa ini pada saat itu menjadi lumbung padi di Asia Tenggara.  Dalam rentang waktu 15 (lima belas) tahun terakhir tepatnya tahun 2008 Pemerintah Rebublik Indonesia kembali berhasil melakukan swasembada beras, yaitu  Produksi Kering Giling (GKG) mencapai 60,28 juta ton pada tahun 2008 atau meningkat sebesar 4,88%. Sehingga terjadi surplus 3 juta ton GKG yang dapat diekspor.

 

Salah satu upaya yang sedang dilakukan dalam mencapai target di atas adalah penggunaan benih padi hibrida yang memiliki tingkat produksi 10 – 25 % lebih tinggi dibandingkan padi non-hibrida.  Pada tahun 2010 dengan tingkat pertumbuhan penduduk 1,47% diperkirakan jumlah penduduk Indonesia pada tahun tersebut sekitar 236 juta jiwa, artinya kebutuhan beras nasional bisa mencapai 35,6 juta ton atau setara dengan 59 juta ton GKG.  Oleh sebab itu penggunaan padi hibrida sangat penting untuk mencapai surplus beras.

 

Keseriusan pemerintah menargetkan swasembada pangan inilah yang menjadi acuan Kelompok Kayu Aro Mangkak (KAM) – Desa Koto Lanang, Kecamatan Depati VII, Kabupaten Kerinci – Jambi melakukan kegiatan demplot padi hibrida – bernas prima dengan aplikasi pemupukan organik.

 

 

B.  Tujuan

 

Adapun tujuan kegiatan demplot padi hibrida – Bernas Prima dengan aplikasi pemupukan organik oleh Kelomok KAM  ini adalah sebagai berikut:

 

  1. Menerapkan inovasi teknologi pertanian khususnya dalam budidaya padi untuk diterapkan kepada seluruh anggota Kelomok KAM  .
  2. Meningkatkan produksi padi anggota Kelomok KAM  dengan menggunakan benih padi hibrida, yang akhirnya dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan ekonomi anggota Kelomok KAM .
  3. Menerapkan sistem pertanian ramah lingkungan dengan cara aplikasi penggunaan pupuk organik, sehingga dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

II.  PELAKSANAAN

 

A.  Persiapan Lahan

 

Luas lahan sawah yang disediakan untuk kegiatan demplot ini adalah seluas  ± 0.25 Ha ( 2 jenjang Sawah), dengan kondisi air yang memadai yaitu memanfaatkan irigasi ½ teknis.  Pengolahan Lahan dilakukan secara manual oleh anggota Kelomok KAM  dengan memanfaatkan sumberdaya yang ada.  Pengolahan lahan ini dilakukan 4 (empat) hari sebelum masa tanam, kemudian dibiarkan selama 2 (dua) hari agar tingkat keasaman tanah dapat stabil kembali.  Selanjutnya 2 (dua) hari sebelum masa tanam dilakukan pemupukan dasar lahan sawah dengan menggunakan jenis pupuk organik padat sebanyak 16 (enam belas) kilogram yang ditaburkan pada lahan sawah teersebut.

 

B.  Persiapan Benih

 

Benih yang digunakan pada kegiatan demplot ini adalah benih padi hibrida, dengan jenis varietas Bernas Prima.  Jumlah Benih yang digunakan sebanyak 2 (dua) kilogram.  Sebelum benih ditaburkan pada area persemaian, benih terlebih dahulu direndamkan terlebih dahulu selama 12 jam (satu malam) agar merangsang perkecambahan benih tersebut.

 

C.  Persemaian  

 

Areal persemaian dengan luas 20 m² (10m X 2m) diolah secara sempurna, kemudian ditaburkan pupuk kandang secara merata sebanyak 8 Kg.  Kemudian benih sebanyak 2 Kg disebarkan secara merata dan menghindari tumpang tindih.  Benih tersebut dibiarkan diareal persemaian selama 21 hari (3 minggu).

 

D.  Penanaman

 

Setelah benih padi diareal persemaian berumur 21 hari, yaitu pada tanggal 1 April 2009 Kelomok KAM  melakukan penanaman padi bersama diareal demplot sawah.

Dengan luas lahan sawah ± 0,25 Ha yang telah diolah secara sempurna dan telah dilakukan pemupukan dasar menggunakan pupuk organik padat sebanyak 16 Kg telah siap untuk dilakukan penanaman.  Benih padi diareal persemaian dicabut hati-hati agar tidak terjadi kerusakan pada benih yang hendak ditanam.  Jarak Tanam yang digunakan adalah 30 cm x 30 cm, dan setiap lubang tanam hanya ditanami 4 batang benih tanaman padi.

 

Pola jarak tanam yang renggang dan 1 benih per lubang tanam ini dilakukan sesuai anjuran dengan tujuan adalah sebagai berikut:

1.  mengurangi kebutuhan benih  per areal tanaman

2.  mengoptimalkan / memperbanyak pertumbuhan anakan padi

3.  menghindari / mencegah penyebaran hama dan penyakit tanaman padi

4.  mempermudah melakukan penyiangan tanaman padi dari gulma-gulma

5.  memperkokoh tegakan pertumbuhan tanaman padi agar tidak mudah roboh

6.  mengoptimalkan pertumbuhan malai dan bulir tanaman padi

7.  meningkatkan produktivitas hasil panen per areal tanaman

 

E.  Pengamatan Jumlah Anakan Tanaman Padi

 

Pengamatan jumlah anakan tanaman padi ini dilakukan oleh Kelomok KAM  setiap 7 hari.  Adapun hasil pengamatan yang dilakukan adalah sebagai berikut:

 

Tabel 1.  Pengamatan Jumlah Anakan Tanaman Padi.

NO

Tanggal Pengamatan

Rata-rata jumlah anakan tanaman padi

1

8 April 2009

4 – 5 batang / rumpun

2

15 April 2009

11– 13 batang / rumpun

3

23 April 2009

18 – 20 batang / rumpun

4

30 April 2009

24 – 26 batang / rumpun

5

7 Mei 2009

belum diamati … dst

 

F.  Pengamatan Bagan Warna Daun

Pengamatan bagan warna daun pada tanaman padi dilakukan dengan menggunakan alat bagan warna daun (BWD) dari Pusat Penelitian Padi Internasional (IRRI).  Tujuan penggunaan alat BWD ini adalah untuk mengurangi penggunaan pupu N pada padi sawah.  Pada BWD terdapat 6 skala warna (skala 1 samapai 6).  Masing-masing warna mencerminkan tingkat kehijauan daun dan satus N pada tanaman padi.  Pengukuran warna daun dilakukan setiap 7 – 10 hari, mulai 14 hari setelah tanam.  Lima daun diambil secara acak pada setiap petak lahan, nilai hasil pengukuran warna daun dicatat dan dirata-ratakan.  Adapun hasil pengamatan yang dilakukan oleh Kelomok KAM  adalah sebagai berikut:

 

Tabel 2.  Pengamatan Bagan Warna Daun Tanaman Padi

NO

Tanggal Pengamatan

T-1

T-2

T-3

T-4

T-5

Rata-rata

Rekomendasi  Urea

1

8 April 2009

3

4

4

3

4

3,6

12 Kg

2

19 April 2009

3

4

4

4

3

3,6

12 Kg

3

30 April 2009

4

5

5

4

5

4,6

0 Kg

5

10 Mei 2009

Belum diamati…dst

 

G.  Pemupukan

 

Dalam hal pemupukan Kelomok KAM  pada kegiatan demplot ini menerapkan penggunaan pupuk organik untuk mengurangi pemakaian penggunaan pupuk kimia.  Hal ini selain dapat mengatasi masalah kelangkaan pupuk juga dapat memperbaiki unsur hara tanah oleh penggunaan pupuk organik tersebut.  Adapun rincian pemupukan yang dilakukan oleh Kelomok KAM  adalah sebagai berikut:

 

Tabel 3.  Aplikasi Pemupukan Tanaman Padi

NO

Tanggal Pemupukan

Jenis Pupuk

Jumlah

Keterangan

1

29 Maret 2009

Organik padat

16 Kg

Pengolahan lahan

2

8 April 2009

Urea

12 Kg

Rekomendasi BWD

3

18 April 2009

Organik cair

0,25 liter

4

19 April 2009

Urea

12 Kg

Rekomendasi BWD

5

30 April 2009

Organik cair

0,25 liter

 

 

 

 

H.  Penyiangan

 

Penyiangan dilakukan oleh Kelomok KAM  pada lahan sawah demplot padi hibrida ini bertujuan untuk mengatasi gulma-gulma penggangu tanaman padi, serta mengurangi persaingan penyerapan unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman padi dari dalam tanah dengan gulma-gulma disekitar tanaman padi tersebut.  Penyiangan juga bertujuan untuk menghindari tanaman padi dari serangan hama penyakit terutama tikus yang suka bersarang di tempat semak.

 

NO

Tanggal Penyiangan

Umur Tanaman Padi

Keterangan

1

20 April 2009

20 Hari

Penyiangan I

2

15 Mei 2009

45 Hari

Penyiangan II

(belum dilakukan)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

III.  PENUTUP

 

Demikianlah laporan sementara kegiatan demplot padi hibrida – bernas prima kami susun sebagai catatan nantinya untuk dievaluasi agar kekurangan dan kesalahannya dapat kami perbaiki pada kegiatan selanjutnya.

 

Kami Kelomok KAM  Desa Koto Lanang mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah, Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan, BPP Kec Depati VII, SATGAS, PHP, serta PPL WKPP Koto Lanang, Semoga tidak bosan membimbing kami dalam kegiatan demplot ini hingga selesai panen nantinya.

 

 

Koto Lanang, 01 Mei 2009

Kelomok KAM  KOTO LANANG

Ketua,                                                             Sekretaris,

 

 

 

 

THAMRIN ILYAS                                       FIRMAN

 

 

 

Mengetahui,

 

Koordinator BPP                                            PPL WKPP

DEPATI VII                                                   Koto Lanang

 

 

 

 

 

U M A R , S P.                                               JAKES SITO, SP

NIP. 080074113

 DOWNLOAD ARTIKEL INI: KLIK DISINI

 

About Jakes

Waroeng Web - Spesialis Website (www.waroengweb.co.id) Sejak tahun 2007 WaroengWeb telah memulai menjalankan bisnis pembuatan website. Hingga saat ini kami tetap fokus dalam pengembangan dan menciptakan inovasi baru mengikuti perkembangan teknologi internet.(Site: waroengweb.co.id Mail: support@waroengweb.co.id CP: jakes 0812 7466 4892 dan dores 0813 6620 5760)

Posted on 26 Juli 2012, in Karya Tulis Ilmiah. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: