Category Archives: Peternakan

beternak,budidaya ternak,penyakit ternak

Cacingan : domba/kambing dapat terserang berbagai jenis cacing

Cacingan : domba/kambing dapat terserang berbagai jenis cacing, seperti cacing pita, cacing lambung (Haemonchis contortus), cacing hati (Fasciola hepatica) dan cacing gelang (Neoascaris vitulorum). Cacingan pada domba/kambing bisa disebabkan kondisi kandang yang kotor dan lembab serta kesalahan waktu penyabitan dan pemberian rumput. Penyabitan sebaiknya jangan dilakukan pada pagi hari, tapi setelah tengah hari. Hal ini bertujuan agar telur cacing yang menempel di rumput tidak terbawa masuk ke dalam pencernaan domba/kambing karena setelah tengah hari diperkirakan telur cacing sudah mati terkena sinar matahari. Read the rest of this entry

Kudis (Scabies) : penyakit kulit yang dapat menyerang domba/kambing

Kudis (Scabies) : penyakit kulit yang dapat menyerang domba/kambing akibat kebersihan ternak dan lingkungan peternakan kurang terjaga. Penyakit ini bisa menimbulkan kematian apabila tidak ditangani dalam jangka waktu 3 bulan. Penyakit ini bersifat zoonosis, yaitu bisa menular kepada manusia.

Penyakit kudis disebabkan serangan tungau Sarcoptes Scabiei. Penyakit ini bisa menular melalui kontak langsung antara ternak dengan bagian kandang yang kotor dan mengandung kutu. Ternak yang kondisi badannya kotor, tidak pernah dimandikan, akan memperbesar kemungkinan serangan penyakit ini. Read the rest of this entry

Serba Serbi Perkandangan Ternak

Serba Serbi Perkandangan Ternak

Fungsi kandang bagi ternak :
1. Melindungi ternak dari perubahan cuaca yang ekstrim (panas, hujan dan angin)
2. Mencegah dan melindungi ternak dari penyakit Read the rest of this entry

Suplemen Untuk Belut

Membesarkan belut hingga siap panen dari bibit umur 1-3 bulan butuh waktu 7 bulan. Namun, dalam pelaksanaannya bisa dipercepat menjadi 4 bulan. Kunci suksesnya antara lain terletak pada media dan pemberian pakan. Selain lebih menguntungkan karena mampu menekan biaya produksi, panen dalam waktu singkat ini pun dapat mendongkrak ketersediaan pasokan belut. Read the rest of this entry

Beternak Ayam Kampung untuk Pemula

KLIK DISINI: DOWLOAD

Beternak adalah salah satu bentuk usaha memelihara hewan atau ternak peliharaan yang bisa menopang perekonomian hidup kita sehari-hari. Usaha ternak bisa diusahakan dalam skala kecil-kecilan ataupun besar-besaran tergantung modal yang tersedia. Namun kadang kita bingung untuk memulai usaha ini karena sering dihantui berbagai macam rintangan, kendala dan ketakutan lainnya. Rintangan dan kendala yang biasanya muncul sebelum kita memulai usaha beternak ayam kampung antara lain bagaimana agar ayam kampung bisa tetap hidup? Bagaimana jika ayam kampung sakit? Dari mana mendapatkan modal? Terus bagaimana kalau rugi? Bagaimana kalau ini, kalau itu dan kalau-kalau yang lainnya. Read the rest of this entry

CARA BUDIDAYA BURUNG PARKIT

Pesona burung parkit memang memukau berbagai kalangan. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, sekedar hobby, klangenan maupun sebagai ladang bisnis.
Di daerah Pasar Turi, Pasar Kupang ataupun Pasar Bratang sangat minim sekali pasokan burung parkit yang berkualitas. satu kandang hanya beberapa ekor burung parkit, itupun kurang banyak pilihan baik dari sisi warna dan kesehatan burung yang kurang prima. Read the rest of this entry

Budidaya Kambing Potong

Ternak Kambing adalah hewan ruminansia kecil yang hidupnya membutuhkan pakan yang berasal dari hijauan seperti rumput-rumputan, daun-daunan, sisa hasil pertanian. Read the rest of this entry

Pelatihan Membuat Blog

Pelatihan Membuat Blog

Cocok Untuk Kalangan Mahisiswa – Guru – Dosen – Pelajar – dan Umum

1 HARI DIJAMIN BISA – 100 % UANG KEMBALI

Biaya Pelatihan : Rp. 100.000,- / orang.

Minimal Kelas   : 20 orang

Juga Tersedia Kelas untuk Daerah di Luar Kab Kerinci. Kami bersedia datang ketempat Anda. Dengan ketentuan dibawah ini:

Biaya Tranportasi + Penginapan + Konsumsi Untuk Tenaga Pengajar (Trainer) ditanggung Peserta

Tenaga Pengajar (Trainer)  :  Jakes Sito. SP
Contoh Blog Trainer          :  www.penyuluhthl.wordpress.com
Pengalaman Trainer           :  Pimpinan Waroeng Web – Spesialis Website
                                                        (www.waroengweb.co.id)

Bagi yang Berminat Hub : Jakes Sito.SP

(0812 7466 4892)

Limbah Pati Kasava Sebagai Pakan Ayam

Jagung kini menjadi rebutan berbagai kepentingan pengguna, yang terbaru sebagai bahan bakar nabati. Sehingga industri unggas yang banyak membutuhkan jagung harus mempertimbangkan bahan alternatif, termasuk produk ubikayu. Read the rest of this entry

PELATIHAN AGRIBISNIS (BUDIDAYA JAMUR TIRAM)

AGRIBISNIS CENTRE (AC)

Menyediakan

“Pelatihan Budidaya Jamur Tiram”

Materi Pelatihan dimulai dari Persiapan Bahan dan alat, Pengadukan bahan, Pembuatan Baglog, Sterilisasi Baglog, Teknik Penanaman Bibit, Penyimpanan Baglog, Pemindahan Baglog, Pemeliharaan dalam kumbung, hingga Panen.

Biaya Pelatihan : Rp. 100.000,- / orang.

Minimal Kelas   : 20 orang

Juga Tersedia Kelas untuk Daerah di Luar Kab Kerinci. Kami bersedia datang ketempat Anda. Dengan ketentuan dibawah ini:

Biaya Tranportasi + Penginapan + Konsumsi Untuk Tenaga Pengajar (Trainer) ditanggung Peserta

Tenaga Pengajar (Trainer)  :  Jakes Sito. SP

Pengalaman Trainer             :  Budidaya Jamur Tiram sejak Tahun

                                                          2003 hingga Sekarang

Bagi yang Berminat Hub : Jakes Sito.SP

(0812 7466 4892)

Berikut adalah Kelas yang telah mengikuti Pelatihan ini:

1.  Kelompok Tani Tunas Jaya Tanjung Pauh Mudik, Kec. Keliling Danau, Kab. Kerinci – Jambi.  Diselenggarakan di Posko KT Tunas Jaya, 23 – 24 April 2011. Dengan Jumlah Peserta 38 Orang.

2. Kelompok Tani KAM Koto Lanang, Kec. Depati VII, Kab Kerinci – Jambi. Diselenggarakan di Posko KT KAM, 15 – 16 April 2011. Dengan Jumlah Peserta 35 Orang.

3.  DINAS KEHUTANAN DAN PERKEBUNAN KAB. KERINCI. dengan Tema Peningkatan Ketrampilan Masyarakat Disekitar kawasan Hutan Adat sebagai Sumber Ekonomi Alternatif melalui budidaya Jamur Tiram.  Diselenggarakan di Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kab Kerinci. pada tanggal 16 – 17 Juli 2011. Jumlah Peserta 34 orang.

4. Masyarakat Desa Baru Lempur, Kec. Gunung Raya, Kab Kerinci – Jambi. Diselenggarakan di Desa Baru Lempur, 13 Agustus 2011. Dengan Jumlah Peserta 20 Orang.

5. PPL – BP3K DEPATI VII, Kab Kerinci – Jambi. Diselenggarakan di Desa Tanjung Pauh Mudik, 06 Oktober 2011. Dengan Jumlah Peserta 20 Orang.

KAMI JUGA MENJUAL

“Baglog Jamur Tiram siap panen. Rp 3000/baglog”  hub. 081274664892

 LIHAT SELENGKAPNYA

JIKA ANDA TIDAK BERKESEMPATAN MENGIKUTI PELATIHAN INI,
ANDA BISA MENDAPATKAN EBOOK PANDUAN PRAKTIS
BUDIDAYA JAMUR TIRAM, DIBAWAH INI

DAPATKAN EBOOK INI:

DOWNLOAD DISINI < KLIK >

atau KLIK GAMBAR DI BAWAH INI :

ANDA BISA SUKSES BERWIRAUSAHA JAMUR TIRAM

Ebook ini menjelaskan sedetailnya BUDIDAYA JAMUR TIRAM dimulai dari cara membuat bibit F0, F1, dan F2, Cara membuat Media Baglog, Pemeliharaan Baglog, Budidaya hingga Panen Jamur Tiram segar. Sangat Mudah dipelajari !

Ebook akan kami kirim melalui E-mail yang berupa File Pdf.

DOWNLOAD DISINI < KLIK >

AMONISASI JERAMI PADI UNTUK PAKAN

  1. KELUARAN
    Jerami padi dengan kecernaan lebih baik
  2. BAHAN
    1. Jerami padi
    2. Urea
    3. Molases
  3. ALAT
    1. Timbangan
    2. Plastik
    3. Ember
    4. Skop
    5. Cangkul
    6. Sendok
    7. Alat penyiram
  4. PEDOMAN TEKNIS Read the rest of this entry

PAKAN CAMPURAN UNTUK AYAM BURAS

  1. KELUARAN
    Pakan cukup gizi dan disukai ayam buras
  2. BAHAN DAN ALAT
    Bahan pakan yang mudah didapat
  3. PEDOMAN TEKNIS Read the rest of this entry

Budidaya Ternak Burung Puyuh

BUDIDAYA BURUNG PUYUH
( Coturnix-coturnix Japonica )

1. SEJARAH SINGKAT

Puyuh merupakan jenis burung yang tidak dapat terbang, ukuran tubuh relatif kecil, berkaki pendek dan dapat diadu. Burung puyuh disebut juga Gemak (Bhs. Jawa-Indonesia). Bahasa asingnya disebut “Quail”, merupakan bangsa burung (liar) yang pertama kali diternakan di Amerika Serikat, tahun 1870. Dan terus dikembangkan ke penjuru dunia. Sedangkan di Indonesia puyuh mulai dikenal, dan diternak semenjak akhir tahun 1979. Kini mulai bermunculan di kandangkandang ternak yang ada di Indonesia. Read the rest of this entry

Budidaya Ternak Ayam Ras Pedaging

1. SEJARAH SINGKAT

Ayam ras pedaging disebut juga broiler, yang merupakan jenis ras unggulan hasil persilangan dari bangsa-bangsa ayam yang memiliki daya produktivitas tinggi, terutama dalam memproduksi daging ayam. Sebenarnya ayam broiler ini baru populer di Indonesia sejak tahun 1980-an dimana pemegang kekuasaan mencanangkan panggalakan konsumsi daging ruminansia yang pada saat itu semakin sulit keberadaannya. Hingga kini ayam broiler telah dikenal masyarakat Indonesia dengan berbagai kelebihannya. Hanya 5-6 minggu sudah bisa dipanen. Dengan waktu pemeliharaan yang relatif singkat dan menguntungkan, maka banyak peternak baru serta peternak musiman yang bermunculan diberbagai wilayah Indonesia. Read the rest of this entry

Budidaya Ternak Sapi Perah

Dalam pemeliharaan sapi perah ada bebrapa
hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai
berikut : Read the rest of this entry

Budidaya Ternak Sapi Potong

Usaha peternakan sapi potong di Indonesia
telah lama dikenal masyarakat. Agar usaha ini
dapat memberikan keuntungan yang optimal
bagi pemiliknya maka perlu diperhatikan
bebrapa hal yang menyangkut Manajemen
pemeliharaan ternak sapi potong, antara lain : Read the rest of this entry

Budidaya Ternak Kerbau

Kerbau merupakan ternak yang sudah lama di
kenal masyarakat Indonesia.. Agar usaha ini
dapat memberikan keuntungan yang optimal
bagi pemiliknya maka perlu diperhatikan
beberapa hal yang menyangkut Manajemen
pemeliharaan ternak kerbau , antara lain : Read the rest of this entry

Budidaya Ternak Kambing

Dalam beternak kambing yang baik perlu
memperhatikan beberapa hal yaitu : Read the rest of this entry

Budidaya Ternak Itik/Bebek

BUDIDAYA TERNAK I T I K

1. SEJARAH SINGKAT
Itik dikenal juga dengan istilah Bebek (bhs.Jawa). Nenek moyangnya berasal dari
Amerika Utara merupakan itik liar ( Anas moscha) atau Wild mallard. Terus menerus
dijinakkan oleh manusia hingga jadilah itik yang diperlihara sekarang yang disebut Anas
domesticus (ternak itik). Read the rest of this entry

Budidaya Ternak Kelinci

1. SEJARAH SINGKAT
Ternak ini semula hewan liar yang sulit dijinakkan. Kelinci dijinakkan sejak 2000
tahun silam dengan tujuan keindahan, bahan pangan dan sebagai hewan
percobaan. Hampir setiap negara di dunia memiliki ternak kelinci karena kelinci
mempunyai daya adaptasi tubuh yang relatif tinggi sehingga mampu hidup di
hampir seluruh dunia. Kelinci dikembangkan di daerah dengan populasi
penduduk relatif tinggi, Adanya penyebaran kelinci juga menimbulkan sebutan
yang berbeda, di Eropa disebut rabbit, Indonesia disebut kelinci, Jawa disebut
trewelu dan sebagainya.

2. SENTRA PERIKANAN
Di Indonesia masih terbatas daerah tertentu dan belum menjadi sentra
produksi/dengan kata lain pemeliharaan masih tradisional.
3. JENIS
Menurut sistem Binomial, bangsa kelinci diklasifikasikan sebagai berikut :
Ordo : Lagomorpha
Famili : Leporidae
Sub famili : Leporine
Genus : Lepus, Orictolagus
Spesies : Lepus spp., Orictolagus spp.

Jenis yang umum diternakkan adalah American Chinchilla, Angora, Belgian,
Californian, Dutch, English Spot, Flemish Giant, Havana, Himalayan, New
Zealand Red, White dan Black, Rex Amerika. Kelinci lokal yang ada
sebenarnya berasal dari dari Eropa yang telah bercampur dengan jenis lain hingga sulit dikenali lagi. Jenis New Zealand White dan Californian sangat baik
untuk produksi daging, sedangkan Angora baik untuk bulu.

4. MANFAAT
Manfaat yang diambil dari kelinci adalah bulu dan daging yang sampai saat ini
mulai laku keras di pasaran. Selain itu hasil ikutan masih dapat dimanfaatkan
untuk pupuk, kerajinan dan pakan ternak.

5. PERSYARATAN LOKASI
Dekat sumber air, jauh dari tempat kediaman, bebas gangguan asap, baubauan,
suara bising dan terlindung dari predator.

6. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
Yang perlu diperhatikan dalam usaha ternak kelinci adalah persiapan lokasi
yang sesuai, pembuatan kandang, penyediaan bibit dan penyediaan pakan.
6.1. Penyiapan Sarana dan Perlengkapan
Fungsi kandang sebagai tempat berkembangbiak dengan suhu ideal 21 derajat
C, sirkulasi udara lancar, lama pencahayaan ideal 12 jam dan melindungi
ternak dari predator. Menurut kegunaan, kandang kelinci dibedakan menjadi
kandang induk. Untuk induk/kelinci dewasa atau induk dan anak-anaknya,
kandang jantan, khusus untuk pejantan dengan ukuran lebih besar dan
Kandang anak lepas sapih.
Untuk menghindari perkawinan awal kelompok dilakukan pemisahan antara
jantan dan betina. Kandang berukuran 200x70x70 cm tinggi alas 50 cm cukup
untuk 12 ekor betina/10 ekor jantan. Kandang anak (kotak beranak) ukuran
50x30x45 cm.

Menurut bentuknya kandang kelinci dibagi menjadi:
1) Kandang sistem postal, tanpa halaman pengumbaran, ditempatkan dalam
ruangan dan cocok untuk kelinci muda.
2) Kandang sistem ranch ; dilengkapi dengan halaman pengumbaran.
3) Kandang battery; mirip sangkar berderet dimana satu sangkar untuk satu
ekor dengan konstruksi Flatdech Battery (berjajar), Tier Battery (bertingkat),
Pyramidal Battery (susun piramid).

Perlengkapan kandang yang diperlukan adalah tempat pakan dan minum yang
tahan pecah dan mudah dibersihkan.

6.2. Pembibitan
Untuk syarat ternak tergantung dari tujuan utama pemeliharaan kelinci tersebut.
Untuk tujuan jenis bulu maka jenis Angora, American Chinchilla dan Rex
merupakan ternak yang cocok. Sedang untuk tujuan daging maka jenis Belgian,
Californian, Flemish Giant, Havana, Himalayan dan New Zealand merupakan
ternak yang cocok dipelihara.
1) Pemilihan bibit dan calon induk
Bila peternakan bertujuan untuk daging, dipilih jenis kelinci yang berbobot
badan dan tinggi dengan perdagingan yang baik, sedangkan untuk tujuan
bulu jelas memilih bibit-bibit yang punya potensi genetik pertumbuhan bulu
yang baik. Secara spesifik untuk keduanya harus punya sifat fertilitas tinggi,
tidak mudah nervous, tidak cacat, mata bersih dan terawat, bulu tidak kusam,
lincah/aktif bergerak.
2) Perawatan Bibit dan calon induk
Perawatan bibit menentukan kualitas induk yang baik pula, oleh karena itu
perawatan utama yang perlu perhatian adalah pemberian pakan yang cukup,
pengaturan dan sanitasi kandang yang baik serta mencegah kandang dari
gangguan luar.
3) Sistem Pemuliabiakan
Untuk mendapat keturunan yang lebih baik dan mempertahankan sifat yang
spesifik maka pembiakan dibedakan dalam 3 kategori yaitu:
a. In Breeding (silang dalam), untuk mempertahankan dan menonjolkan sifat
spesifik misalnya bulu, proporsi daging.
b. Cross Breeding (silang luar), untuk mendapatkan keturunan lebih
baik/menambah sifat-sifat unggul.
c. Pure Line Breeding (silang antara bibit murai), untuk mendapat
bangsa/jenis baru yang diharapkan memiliki penampilan yang merupakan
perpaduan 2 keunggulan bibit.
4) Reproduksi dan Perkawinan
Kelinci betina segera dikawinkan ketika mencapai dewasa pada umur 5
bulan (betina dan jantan). Bila terlalu muda kesehatan terganggu dan dan
mortalitas anak tinggi. Bila pejantan pertama kali mengawini, sebaiknya
kawinkan dengan betina yang sudah pernah beranak. Waktu kawin pagi/sore
hari di kandang pejantan dan biarkan hingga terjadi 2 kali perkawinan,
setelah itu pejantan dipisahkan.

5) Proses Kelahiran
Setelah perkawinan kelinci akan mengalami kebuntingan selama 30-32 hari.
Kebuntingan pada kelinci dapat dideteksi dengan meraba perut kelinci betina
12-14 hari setelah perkawinan, bila terasa ada bola-bola kecil berarti terjadi
kebuntingan. Lima hari menjelang kelahiran induk dipindah ke kandang
beranak untuk memberi kesempatan menyiapkan penghangat dengan cara
merontokkan bulunya. Kelahiran kelinci yang sering terjadi malam hari
dengan kondisi anak lemah, mata tertutup dan tidak berbulu. Jumlah anak
yang dilahirkan bervariasi sekitar 6-10 ekor.
6.3. Pemeliharaan
1) Sanitasi dan Tindakan Preventif
Tempat pemeliharaan diusahakan selalu kering agar tidak jadi sarang
penyakit. Tempat yang lembab dan basah menyebabkan kelinci mudah pilek
dan terserang penyakit kulit.
2) Pengontrolan Penyakit
Kelinci yang terserang penyakit umumnya punya gejala lesu, nafsu makan
turun, suhu badan naik dan mata sayu. Bila kelinci menunjukkan hal ini
segera dikarantinakan dan benda pencemar juga segera disingkirkan untuk
mencegah wabah penyakit.
3) Perawatan Ternak
Penyapihan anak kelinci dilakukan setelah umur 7-8 minggu. Anak sapihan
ditempatkan kandang tersendiri dengan isi 2-3 ekor/kandang dan disediakan
pakan yang cukup dan berkualitas. Pemisahan berdasar kelamin perlu untuk
mencegah dewasa yang terlalu dini. Pengebirian dapat dilakukan saat
menjelang dewasa. Umumnya dilakukan pada kelinci jantan dengan
membuang testisnya.
4) Pemberian Pakan
Jenis pakan yang diberikan meliputi hijauan meliputi rumput lapangan,
rumput gajah, sayuran meliputi kol, sawi, kangkung, daun kacang, daun turi
dan daun kacang panjang, biji-bijian/pakan penguat meliputi jagung, kacang
hijau, padi, kacang tanah, sorghum, dedak dan bungkil-bungkilan. Untuk
memenuhi pakan ini perlu pakan tambahn berupa konsentrat yang dapat
dibeli di toko pakan ternak.

Pakan dan minum diberikan dipagi hari sekitar pukul 10.00. Kelinci diberi
pakan dedak yang dicampur sedikit air. Pukul 13.00 diberi rumput
sedikit/secukupnya dan pukul 18.00 rumput diberikan dalam jumlah yang
lebih banyak. Pemberian air minum perlu disediakan di kandang untuk
mencukupi kebutuhan cairan tubuhnya.
5) Pemeliharaan Kandang
Lantai/alas kandang, tempat pakan dan minum, sisa pakan dan kotoran kelinci
setiap hari harus dibersihkan untuk menghindari timbulnya penyakit. Sinar
matahari pagi harus masuk ke kandang untuk membunuh bibit penyakit.
Dinding kandang dicat dengan kapur/ter. Kandang bekas kelinci sakit
dibersihkan dengan kreolin/lysol.
7. HAMA DAN PENYAKIT
1) Bisul
Penyebab: terjadinya pengumpulan darah kotor di bawah kulit.
Pengendalian: pembedahan dan pengeluaran darah kotor selanjutnya
diberi Jodium.
2) Kudis
Penyebab: Darcoptes scabiei. Gejala: ditandai dengan koreng di tubuh.
Pengendalian: dengan antibiotik salep.
3) Eksim
Penyebab: kotoran yang menempel di kulit. Pengendalian: menggunakan
salep/bedak Salicyl.
4) Penyakit telinga
Penyebab: kutu. Pengendalian: meneteskan minyak nabati.
5) Penyakit kulit kepala
Penyebab: jamur. Gejala: timbul semacam sisik pada kepala.
Pengendalian: dengan bubuk belerang.
6) Penyakit mata
Penyebab: bakteri dan debu. Gejala: mata basah dan berair terus.
Pengendalian: dengan salep mata.
7) Mastitis
Penyebab: susu yang keluar sedikit/tak dapat keluar. Gejala: puting
mengeras dan panas bila dipegang. Pengendalian: dengan tidak menyapih
anak terlalu mendadak.

8) Pilek
Penyebab: virus. Gejala: hidung berair terus. Pengendalian:
penyemprotan antiseptik pada hidung.
9) Radang paru-paru
Penyebab: bakteri Pasteurella multocida. Gejala: napas sesak, mata dan
telinga kebiruan. Pengendalian: diberi minum Sul-Q-nox.
10) Berak darah
Penyebab: protozoa Eimeira. Gejala: nafsu makan hilang, tubuh kurus,
perut membesar dan mencret darah. Pengendalian: diberi minum
sulfaquinxalin dosis 12 ml dalam 1 liter air.
11) Hama pada kelinci umumnya merupakan predator dari kelinci seperti
anjing.
Pada umumnya pencegahan dan pengendalianhama dan penyakit dilakukan
dengan menjaga kebersihan lingkungan kandang, pemberian pakan yang
sesuai dan memenuhi gizi dan penyingkiran sesegera mungkin ternak yang
sakit.
8. PANEN
8.1. Hasil Utama
Hasil utama kelinci adalah daging dan bulu
8.2. Hasil Tambahan
Hasil tambahan berupa kotoran untuk pupuk
8.3. Penangkapan
Kemudian yang perlu diperhatikan cara memegang kelinci hendaknya yang
benar agar kelinci tidak kesakitan.
9. PASCAPANEN
9.1. Stoving
Kelinci dipuasakan 6-10 jam sebelum potong untuk mengosongkan usus.
Pemberian minum tetap .

9.2. Pemotongan
Pemotongan dapat dengan 3 cara:
1) Pemukulan pendahuluan, kelinci dipukul dengan benda tumpul pada kepala
dan saat koma disembelih.
2) Pematahan tulang leher, dipatahkan dengan tarikan pada tulang leher. Cara
ini kurang baik.
3) Pemotongan biasa, sama seperti memotong ternak lain.
9.3. Pengulitan
Dilaksanakan mulai dari kaki belakang ke arah kepala dengan posisi kelinci
digantung.
9.4. Pengeluaran Jeroan
Kulit perut disayat dari pusar ke ekor kemudian jeroan seperti usus, jantung dan
paru-paru dikeluarkan. Yang perlu diperhatikan kandung kemih jangan sampai
pecah karena dapat mempengaruhi kualitas karkas.
9.5. Pemotongan Karkas
Kelinci dipotong jadi 8 bagian, 2 potong kaki depan, 2 potong kaki belakang, 2
potong bagian dada dan 2 potong bagian belakang. Presentase karkas yang
baik 49-52%.
10. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA
10.1.Analisis Usaha Budidaya
Perkiraan analisis budidaya kelinci didasarkan pada jumlah ternak per 20 ekor
induk:
1) Biaya Produksi
a. Kandang dan perlengkapan Rp. 1.000.000,-
b. Bibit induk 20 ekor @ Rp. 30.000, Rp. 600.000,-
c. Pejantan 3 ekor @ Rp. 20.000,- Rp. 60.000,-
d. Pakan
– Sayur + rumput Rp. 1.000.000,-
– Konsetrat (pakan tambahan) Rp. 2.000.000,-
e. Obat Rp. 1.000.000,-
f. Tenaga kerja 2 x 12 x Rp. 150.000,- Rp. 3.600.000,-
Jumlah biaya produksi Rp. 9.260.000,-

2) Pendapatan
Kelahiran hidup/induk/tahun = 31 ekor
Penjualan:
a. Bibit: 20 x 15 x Rp. 20.000,- Rp. 6.000.000,-
b. Kelinci potong 20 x 15 x Rp. 50.000,- Rp. 15.000.000,-
c. Feses/kotoran Rp. 60.000,-
d. Bulu Rp. 750.000,-
Jumlah pendapatan Rp. 21.810.000,-
3) Keuntungan Rp. 12.550.000,-
4) Parameter kelayakan usaha
– B/C ratio = 2,36
10.2.Gambaran Peluang Agribisnis
Gerakan peningkatan gizi yang dicanangkan pemerintah terutama yang berasal
dari protein hewani sampai saat ini masih belum terpenuhi. Kebutuhan daging
kita masih banyak dipenuhi dari impor. Kelinci yang punya keunggulan dalam
cepatnya berkembang, mutu daging yang tinggi, pemeliharaan mudah dan
rendahnya biaya produksi menjadikan ternak ini sangat potensial untuk
dikembangkan. Apalagi didukung dengan permintaan pasar dan harga daging
maupun bulu yang cukup tinggi.

Pengobatan Tradisional untuk Ternak Kambing

Untuk mengurangi penyebaran penyakit pada ternak yang telah menderita sakit maka ada beberapa hal yang dapat dilakukan ialah (a) jika ada ternak yang sakit harus segera dipisahkan, (b) segera lakukan pengamatan secara mendalam pada ternak-ternak yang lain apakah ada tanda-tanda sakit atau tidak misalnya tingkah laku ternak, tanda-tanda fisiknya, nafsu makan dan sebagainya, dan (c) jika perlu upayakan pengobatan sementara.
Pemakaian obat-obatan memerlukan kehatian-hatian karena kesalahan pemberian akan berakibat fatal dan kalaupun tidak maka pemakaian obat yang tidak tepat akan merugikan peternak.

Namun demikian, mengobati ternak yang sakit tidak harus menggunakan obat buatan pabrik. Berdasarkan pengalaman lapangan yang pernah penulis alami, pemakaian obat-obatan tradisional tidak kalah manjurnya untuk mengobati ternak sakit.

Pemanfaatan obat tradisional dianjurkan karena selain dapat menghemat biaya, juga dapat mengurangi ketergantungan petani peternak terhadap obat-obat ternak pabrik yang biasanya kurang bahkan tidak tersedia di pedesaan.

Lagipula ternak sakit dapat segera ditolong karena tumbuh-tumbuhan berkhasiat obat biasanya banyak terdapat di pedesaan. Apalagi Indonesia sangat kaya dengan keaneka ragaman hayati jenis tanaman yang biasa digunakan sebagai obat tradisional.

Untuk pengobatan penyakit kudis pada kambing cukur bulu sekitar daerah terserang, mandikan ternak dengan sabun sampai bersih, kemudian jemur sampai kering. Setelah kering dapat diobati dengan menggunakan: 1). Belerang dihaluskan, dicampur kunyit dan minyak kelapa, kemudian dipanaskan dan digosokkan pada kulit yang sakit; 2). Belerang dihaluskan dan dicampur dengan oli bekas dan digosok pada bagian kulit yang sakit dan 3). Kamper/kapur barus digerus, dicampur minyak kelapa dan dioleskan pada bagian kulit yang sakit.

Pencegahan: – Ternak yang berpenyakit kudis tidak boleh bercampur dengan ternak yang sehat; – Ternak yang baru dibeli harus bebas dari penyakit kudis; – Mandikan ternak dua minggu sekali; – Bersihkan kandang seminggu sekali.

%d blogger menyukai ini: